Sayembara Logo Peringatan 60 Tahun Indonesia-Jepang Diperpanjang

Sangat diharapkan anak-anak SD dan SMP dengan usia masih di bawah 16 tahun aktif berpartisipasi di dalam lomba desain logo tersebut.

Sayembara Logo Peringatan 60 Tahun Indonesia-Jepang Diperpanjang
Richard Susilo
Bendera Indonesia Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sayembara logo peringatan 60 tahun persahabatan Jepang-Indonesia diperpanjang hingga tanggal 30 September 2017 yang semula ditutup tanggal 29 Agustus 2017.

"Sayembara lomba logo diperpanjang hingga tanggal 30 September 2017 guna memberikan lebih banyak kesempatan kepada masyarakat kedua negara untuk berpartisipasi ke dalam lomba ini," papar seorang pejabat kementerian luar negeri kepada Tribunnews.com Rabu ini (30/8/2017).

Keterangan lengkap lomba bisa dibaca di situs kedutaan besar Jepang di Indonesia atau bisa pula pada facebook Beasiswa Jepang (https://www.facebook.com/groups/BeasiswaJepang/).

Sangat diharapkan anak-anak SD dan SMP dengan usia masih di bawah 16 tahun aktif berpartisipasi di dalam lomba desain logo tersebut.

Selain logo, Panitia peringatan atau Komite Eksekutif peringatan 60 tahun hubungan Jepang - Indonesia juga telah dibentuk dan 2 Agustus 2017 telah melakukan rapat pertama kali dihadiri oleh Dubes Indonesia untuk Jepang Ir. Arifin Tasrif di gedung Keidanren (Federasi Organisasi Ekonomi Jepang) di Otemachi Tokyo.

Komite eksekutif tersebut dengan susunan Penasehat Kehormaan Menteri Luar negeri Taro Kono.

Anggotanya adalah Yasuo Fukuda sebagai Ketua Japan Indonesia Association (Japinda), Toshihiro Nikai sebagai Ketua Federasi Parlemen Jepang Indonesia, Ketua Keidanren Komite Indonesia, Shigeo Oyagi yang juga Chairman Teijin Co., Ltd. dan Kobayashi Kendo Chairman Mitsubishi Corporation.

Lalu Penasehat Jotadashi Sakakibara Ketua (Chairman) Keidanren, Akio Mimura President Kadin jepang, Yoshimitsu Kobayashi Chairman Keizai Doyukai (Asosiasi Eksekutif Perusahaan Jepang) dan Eiji Kobayashi Ketua Komisi Perdagangan Adil Jepang (FTC).

Sebagai tamu selain Dubes Indonesia juga Odawara Kiyoshi Wakil menteri (parlemen) Kementerian Luar negeri Jepang, serta Yutaka Imura yang jadi Ketua Penanggungjawab Kepanitiaan tersebut.

Panitia juga telah menunjuk beberapa Auditor untuk pemeriksaan terutama segi keuangannya di masa mendatang serta merencanakan pertemuan-pertemuan selanjutnya.

"Kita berusaha memperkuat strategic partnership antara kedua negara dan edua pemimpin di masa datang terutama setelah PM Jepang Shinzo Abe datang ke Jakarta Januari lalu," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu ini (30/8/2017).

Untuk itu salah satu program kedua negara adalah pertukaran remaja kedua bangsa akan dilakukan serta pertukaran para pendidik kedua bangsa dan para ahli juga agar hubungan kedua negara semakin erat lagi di masa depan.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved