Breaking News:

Polemik Panglima TNI

AS: Ada Delay Protokol Keamanan, Jenderal Gatot Batal Pergi

Pemerintah AS akhirnya memberikan komentarnya terkait insiden yang telah dianggap sebagai "skandal diplomatik" itu.

KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Panglina TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai memimpin upacara dan tabur bunga di atas KRI dr. Soeharso-990 saat mengarungi perairan Selat Sunda, Banten, Selasa (3/10/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Soal penolakan rencana kunjungan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Gatot Nurmantyo, Amerika Serikat menyebutkan justru sang jenderal yang "batal pergi".

Pemerintah AS akhirnya memberikan komentarnya terkait insiden yang telah dianggap sebagai "skandal diplomatik" itu.

Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Dave Lapan, Senin (23/10/2017), membenarkan bahwa memang sempat ada delay (keterlambatan) dalam keberangkatan Gatot ke Washington, AS.

Lapan menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh "protokol keamanan" setempat.

Hal itu sebenarnya sudah disampaikan sebelumnya ke pihak Gatot, untuk memperingatkan bahwa adanya kemungkinan keterlambatan dalam prosedur keberangkatannya.

Baca: KPK Tetap Hadirkan Setya Novanto di Sidang e-KTP

Lapan mengatakan masalah terkait izin terbang Gatot ke AS "segera diselesaikan".

Gatot kemudian dijadwalkan ulang ke penerbangan selanjutnya dan diberi izin untuk melakukan perjalanan.

"Tapi, Jenderal Gatot memutuskan untuk batal pergi," demikian pernyataan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Menurut Lapan, protokol keamanan tersebut dilakukan demi menjamin orang-orang yang berkunjung ke AS "disaring dan diperiksa secara semestinya".

Halaman
12
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved