Ritz Carlton Riyadh, Jadi 'Penjara' Pangeran Saudi Diduga Korupsi

Mereka kemudian diantar menggunakan sejumlah bus untuk dipindahkan ke hotel-hotel lain di ibu kota tersebut.

Ritz Carlton Riyadh, Jadi 'Penjara' Pangeran Saudi Diduga Korupsi
Straits Times/AFP
Hotel Ritz Carlton Riyadh, Arab Saudi. 

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Para pangeran dan pejabat Arab Saudi yang ditangkap komisi antikorupsi kabarnya ditahan sementara di sebuah hotel mewah.

Sabtu (4/11/2017) pukul 23.00 waktu setempat, para tamu yang menginap di Hotel Ritz Carlton Riyadh, Arab Saudi, mendadak dibangunkan secara paksa dan diminta untuk berkemas.

Tamu-tamu tersebut, yang kebanyakan merupakan pebisnis dan konsultan, termasuk pengunjung dan pelanggan restoran, dikumpulkan di lobi.

Mereka kemudian diantar menggunakan sejumlah bus untuk dipindahkan ke hotel-hotel lain di ibu kota tersebut.

Setelah hotel dikosongkan dan dipersiapkan untuk "tamu-tamu khusus", sejumlah bus berisi para pangeran dan pejabat negara tangkapan komisi antikorupsi tiba.

Ternyata mulai Minggu (5/11/2017) dini hari itu, lebih dari 30 figur penting Arab Saudi yang diduga terlibat kasus korupsi itu mendekam sementara di hotel tersebut.

Baca: Polda: Pembentukan TGPF Kasus Novel Belum Perlu

Hotel bintang lima tersebut dikatakan menjadi "penjara" sementara para tokoh yang di antaranya merupakan pengusaha dan anggota keluarga kerajaan itu.

Sejumlah ajudan dan staf pemerintahan juga tampak menemani para tahanan komisi antikorupsi tersebut.

Dikatakan Ritz Carlton Riyadh tidak akan menerima tamu dan sudah disewa secara penuh hingga akhir November mendatang.

Halaman
12
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved