Jumat, 1 Mei 2026

Dua perempuan Muslim Australia beda suara tentang perkawinan sejenis

Walau sama-sama mengenakan jilbab, dua perempuan Muslim asal Indonesia di Australia memberi suara berbeda dalam survei tentang perkawinan sesama

Tayang:

Nadia menjelaskan bahwa alasannya memilih Tidak itu didasarkan pada pandangan pribadi dan juga keyakinan agama.

"Dua-duanya ya, berdasarkan agama dan pribadi,. Maksudnya, saya kan orang Indonesia tadinya yang tumbuh dalam keluarga Muslim dan memang sudah diajari bahwa homoseksualitas itu salah dan ada kisah Nabi segala macam, jadi dari situ sudah belajar."

Di samping keyakinan agama, Nadia juga yakin bahwa tidak ada manfaat dari perkawinan sesama jenis.

"Saya tidak sampai pada kesimpulan bahwa itu bermanfaat untuk keluarga dan juga masyarakat," kata Nadia, yang menambahkan perkawinan sesama jenis bisa berdampak 'buruk' pada masa depan.

"Tidak ada keuntungannya kecuali membuat orang senang atau untuk kesan Australia tidak terbelakang. Itu mungkin hanya bagus untuk kelompok tertentu namun jika berkiiri pada masa depan akan berdampak buruk bagi masyrakat."

Menurut Nadia undang-undang yang mengizinkan perkawinan sesama jenis bisa jadi meningkatkan kecenderungan pasangan sesama jenis di kalangan kaum muda.

"Terus nanti bagaimana dengan masa depan. Bagaimana mereka akan punya anak. Apakah anaknya diambil dari orang lain. Artinya anak masa depan adalah keturunan yang tidak jelas dan anak-anak itu menderita karena terpsiah dari ayah dan ibu biologisnya."

Nadia juga memberi contoh pada tingkat praktis terkait pendidikan anak-anaknya kelak karena nanti akan ada buku-buku yang sudah dua ibu atau transgender dalam satu lingkup.

"Itu akan mempengaruhi keluarga saya secara tidak langsung."

"Awalnya kan kita mikir, LGBT mau menikah atau tidak menikah tidak menjadi kekhawatiran kita. Kan kita bukan LGBT, kita punya keluarga sendiri dan ok. Cuma dipikir-pikir lagi, itu akhirnya akan mempengaruhi generasi masa depan, khususnya anak-anak kita, pendidikan dan lingkungan mereka."

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved