Kisah penjaga pantai Aceh yang ingin lenyapkan trauma tsunami
Sejumlah orang menjadi sukarelawan penjaga pantai di Aceh walau tidak ditopang pendanaan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari.
"Kita akui belum semuanya terstruktur dengan baik. Artinya ada penjaga pantai tapi dia bertugas juga, operator banana boat, misalnya. Ini tentu ke depan, tidak akan seperti itu lagi. Jadi memang orang yang khusus itu bertugas di penjaga pantai, bukan sambilan," papar Reza.
Bagaimanapun, Reza juga tidak memberi solusi soal pendapatan para penjaga pantai.
"Kalau gajian, tidak. Tapi yang kita melakukan pelatihan-pelatihan, bantuan untuk peralatan, yaitu ke reguler subsidi dari pemerintah," cetusnya.
Penjaga pantai perempuan
Di seluruh Provinsi Aceh, ada sekitar 150 penjaga pantai. Kurang dari setengahnya tidak mendapat pelatihan yang layak untuk menyandang profesi tersebut.
Pada Oktober 2017, seorang pria tenggelam di Pantai Lampuuk, walaupun para penjaga pantai saat itu bertugas.
Kepala Dinas Pariwisata, Reza Falevi, mengaku berencana melatih semua penjaga pantai dan meluaskan program pelatihan ke berbagai pantai yang ramai dikunjungi turis.
Tak hanya itu, Reza juga mencetuskan ide agar sejumlah perempuan bisa pula berprofesi sebagai penjaga pantai untuk menyelamatkan sesama perempuan dalam kondisi darurat.
"Saat ini belum ada penjaga pantai yang perempuan di Aceh. Perlu, saya pikir perlu, karena yang mandi itu kan turis juga bukan hanya laki laki ya. Perlu penanganan-penanganan untuk wanita, lebih baik kan ditangani oleh wanita. Akan ada," katanya.
Siang itu, Pantai Lampuuk ramai pengunjung yang berdatangan dari desa setempat dan berbagai penjuru Aceh. Walau sejumlah penjaga pantai bertugas, beberapa orang masih takut berenang di pantai sejak tsunami melanda, seperti pemilik warung, Mardiana.
"Dulu, hampir setiap hari saya mandi laut. Waktu tsunami, habis semua di dalam 15 menit. Sekarang saya tidak mau berenang lagi. Takut saya," katanya.
Trauma rakyat Aceh, seperti yang dialami Mardiana, disayangkan Khairuddin. Karena itu, dia bertekad kehadirannya dan rekan-rekannya bisa membantu melenyapkan trauma khalayak Aceh untuk kembali ke laut.