Oen Sin Yang seniman gambang kromong klasik 'terakhir' di Tangerang
Ia kini satu dari seikit sekali seniman yang bisa memainkan nomor-nomor klasik, dan sehari-harinya menyambung hidup sebagai pengumpul botol
"Nyari bahannya ke kali. Kayu-kayu hasil mungut di kali, yang bagus saya buat. Yang saya beli kawatnya saja, sama benang kenur," kata dia.
Namun untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Sin Yang mencari botol plastik bekas kemasan minuman di sepanjang pinggir Sungai Cisadane.
Bentuk akulturasi
Gambang kromong konon mulai terbentuk sejak zaman seorang kapten Cina, Nie Hoe Kong yang diangkat Belanda di masa kolonial pada 1736-1740. Lalu kesenian ini berkembang di daerah yang sekarang jadi jakarta, dan sekitarnya, termasuk Tangerang.
Gambang kromong yang dulu berlaras selendro Cina, dalam perkembangannya memasukan unsur selendro Jawa, Sunda dan Deli. Kemudian masuk juga unsur Portugis dan Timur Tengah.
Pada saatnya, Gambang Kromong pun kemudian menjadi musik khas betawi -yang mencakup wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya, kata pemerhati budaya dari Tangerang, Oey Tjin Eng.
"Ada alat-alat musik yang sebagian dari sana (Cina), ada suling juga dan itu merupakan bentuk akulturasi budaya," kata Tjin Eng.
Pada masa itu musik gambang kromong wajib dimainkan di acara-acara pernikahan.
Pada zaman dulu, menurut Tjin Eng, grup gambang kromong lebih banyak memainkan lagu-lagu klasik yang bercerita mengenai kisah sejarah dan kepahlawanan atau lagu-lagu populer atau 'gambang kromong sayur,' seperti jali-jali.
Campur dangdut
Namun, pada saat ini gambang kromong seringkali mencampurkan unsur musik dangdut.
"Sekarang modern, ditambah gitar dan organ," kata Tjin Eng.
Perubahan itu seakan tak terhindarkan, sebagai upaya para seniman untuk bertahan. Namun, jarangnya gambang kromong memainkan lagu-lagu klasik menimbulkan kekhawatiran pada diri Sin Yang.
"Saya khawatir akan punah, makanya saya senang kalau ada yang meminta saya mengajar," kata dia.
Sin Yang secara rutin diminta untuk mengajar dalam pelatihan memainkan gambang kromong yang dibuat pemerintah daerah Tangerang dan Banten, beberapa tahun yang lalu.