Minggu, 10 Mei 2026

Tak kurang dari 100.000 orang memprotes Presiden Trump di London

Setidaknya 100.000 demonstran mengikuti aksi di sejumlah ruas jalan di pusat kota London untuk memprotes Presiden Trump yang tengah melakukan

Tayang:

Setidaknya 100.000 demonstran mengikuti aksi di sejumlah ruas jalan di pusat kota London, hari Jumat (13/07), untuk memprotes Presiden Trump yang tengah melakukan kunjungan ke Inggris.

Mereka membawa poster dan selebaran sambil membunyikan musik dan menabuh genderang.

Para demonstran menyusuri jalan-jalan di pusat kota dan mengakhiri aksi dengan menggelar rapat umum di Trafalgar Square.

Selain di London, unjuk rasa menentang Trump juga digelar di sejumlah kota lain seperti Newcastle, Birmingham dan Manchester.

Rencananya aksi menentang Trump berlanjut hingga akhir pekan ketika ia berada di Skotlandia untuk bermain golf.

Kunjungan Trump yang pertama ke Inggris sejak menjabat sebagai presiden juga diwarnai 'perang kata-kata' antara Trump dan Wali Kota London Sadiq Khan.

Khan menegaskan dirinya tidak memperdulikan 'tuduhan bengis' dari Presiden Donald Trump bahwa dia 'melakukan pekerjaan buruk' setelah serangan teror 2017.

Dalam sebuah wawancara sebelum tiba di Inggris, Presiden Amerika Serikat itu menyerang Khan terkait rangkaian teror di London.

Trump,Khan
PA
Ketegangan marak antara Trump dan Khan menyangkut 'bayi balon raksasa' Trump yang dilayangkan pengunjuk rasa di dekat Gedung Parlemen saat kunjungan Trump ke Inggris.

Dia juga menuduh wali kota keturuan Pakistan tersebut terkait peningkatan imigrasi dengan mengatakan 'lihatlah semua kejahatan yang dibawa masuk'.

Bagaimanapun Khan mempertanyakan kenapa hanya dia sendiri yang dituding bertanggung-jawab atas terrorisme.

"Presiden Trump yang harus menjelaskan kenapa dia menuding hanya saya sendiri untuk bertanggung jawab atas tindakan terorisme dan tidak satupun wali kota lainnya, tidak satu pun pemimpin lainnya."

Trump
PA
Balon 'bayi Trump' berukuran sekitar enam meter memperlihatkan Presiden Trump marah namun dengan mengenakan popok sambil memegang telepon genggam.

"Saya juga memastikan bahwa walau ada peningkatan kekerasan di Inggris dan Wales, termasuk London, dalam waktu empat tahun belakangan, saya tidak berpendapat peningkatan kekerasan itu karena imigrasi," tambahya.

"Trump yang harus menjelaskan kenapa dia berpendapat ada kaitan antara imigrasi ke Eropa dan peningkatan kekerasan."

Sementara itu seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, David Lammy, menuduh Trump adalah rasis 'yang membenci London memilih wali kota Muslim'.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved