Jumat, 24 April 2026

Apakah jabatan manajer di Liga Primer Inggris akan punah?

Enam dari 20 klub Liga Primer yang berlaga musim depan ditangani pelatih kepala. Apakah jabatan manajer bakal menjadi kenangan?

"Namun, klub-klub perlu memikirkan tiga atau empat tahun mendatang, bukan 13 bulan. Jika klub mengubah manajer setiap 13 bulan, harus dipastikan stabilitasnya," imbuhnya.

Apa bedanya?

Ketika Mauricio Pochettino memperpanjang kontraknya bersama pada 2016, jabatannya berubah dari pelatih kepala menjadi manajer.

"Kami sepakat ini akan lebih baik untuk saya, untuk klub, untuk semua," jelas pria asal Argentina itu.

"Memang benar 'manajer' adalah kata yang maknanya berbeda dari pelatih kepala. Mungkin saya selalu menjadi manajer sejak pertama saya tiba di sini—dan mungkin itu menjelaskan pekerjaan saya lebih baik."

Jabatan pelatih kepala mengisyaratkan bahwa ada orang lain di dalam klub yang mengurus perekrutan dan transfer pemain.

Salah satu ketidakpuasan Antonio Conte selama menangani Chelsea adalah dia memandang perannya dibatasi dalam urusan transfer pemain.

Wenger menolak orang lain campur tangan soal pemain Arsenal, namun Emery tak lagi bisa memiliki otonomi seperti itu.

Urusan transfer dan perekrutan pemain Arsenal kini akan menjadi urusan mantan direktur sepak bola Barcelona, Raul Sanllehi, yang diberi jabatan kepala hubungan sepak bola di Stadion Emirates.

Bahkan di beberapa klub yang skuatnya masih ditangani seorang 'manajer', seperti Manuel Pellegrini di West Ham dan Marco Silva di Everton, masih ada rantai komando dalam urusan transfer pemain.

Di West Ham, David Sullivan sebagai pemilik sangat terlibat dalam negosiasi. Kemudian di Everton, direktur sepak bola Marcel Brands adalah sosok andalan pada urusan transfer pemain.

Perubahan dalam sepak bola

Sebagai mantan pemain, manajer, pemilik klub, dan pengamat sepak bola, Neville selalu ingin mendapat informasi sebanyak apa pun mengenai pengelolaan bisnis sepak bola secara modern.

Eks bek kiri berusia 43 tahun itu menghabiskan enam tahun mencermati model bisnis setiap klub.

Dalam beberapa kesempatan dia turun langsung ke pinggir lapangan mendampingi pelatih saat tim sedang berlaga.

Itulah mengapa dia memberi jabatan manajer kepada Graham Alexander, namun dengan porsi pekerjaan yang tidak biasanya diterapkan di klub Inggris.

"Jika seseorang terlibat dalam sesi latihan setiap menit setiap hari, memikirkan pemain mana yang dipilih, sesi latihan berikutnya, dan juga menghadapi situasi pemain pada pekan biasa, bagaimana mereka bisa memikirkan siapa pemain baru yang harus direkrut selanjutnya untuk musim depan? Mereka tidak bisa," kata Neville.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved