Jerman Tak Gentar Sanksi Donald Trump, Putuskan Tetap Inves di Iran
Altmaier kembali menegaskan, dunia sekarang memiliki resiko untuk masuk lebih jauh dalam konflik yang lebih besar.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier menegaskan, Amerika Serikat (AS) tidak bisa mendikte aturan perdagangan mereka untuk negara lain.
Ia kemudian menambahkan, negaranya harus lebih tegas menentang sanksi AS, terutama dengan berinvestasi lebih banyak di Iran.
"Kami tidak akan membiarkan AS mendikte sesuka mereka soal hubungan dagang dengan negara lain," kata Altmaier, kepada surat kabar Bild pada Sabtu lalu.
Selain itu, dirinya menilai sanksi AS terhadap Iran merupakan satu contoh dimana AS telah secara terang-terangan mengabaikan mitra-mitranya.
Baca: Sandiaga Jalani Puasa Sebelum Jalani Tes Kesehatan Pagi Ini di RSPAD Gatot Subroto
Oleh karena itu, Jerman dan negara Eropa lainnya harus menekan balik AS dengan menjalin hubungan yang lebih baik dengan Iran.
"Pebisnis Jerman dapat terus berinvestasi sebanyak yang mereka inginkan di Iran," tegas Altmaier.
"Banyak perusahaan bergantung pada pinjaman dari bank, yang sebagian besar membiayai bisnis mereka sendiri di AS dan itu tentu saja menciptakan masalah baru,".
Dilansir dari laman Russia Today, Senin (13/8/2018), pernyataan tersebut disampaikan setelah administrasi Presiden AS Donald Trump memberlakukan sanksi putaran kedua yang menargetkan pembelian dollar AS oleh Iran, meskipun ada permintaan dari beberapa negara yang memiliki kekuatan di dunia.
Awal tahun ini, AS menampar Iran melalui sanksi yang ditujukan untuk membatasi perdagangan serta industri energi dan pembangunan kapal.
Pembatasan ini telah merusak hubungan Uni Eropa dengan Iran, yang berkembang setelah tonggak bersejarah pada perjanjian 2015 lalu ditinggalkan begitu saja oleh AS.
Pekan lalu, Uni Eropa menanggapi sanksi terbaru bagi Iran dengan meminta perusahaan yang berada di negara mereka untuk mengabaikan ancaman dari AS, terlepas dari masalah Iran dan Eropa yang terkunci dalam perselisihan soal tarif untuk baja, alumunium dan mobil.
Altmaier kembali menegaskan, dunia sekarang memiliki resiko untuk masuk lebih jauh dalam konflik yang lebih besar.
"Kita hanya beberapa meter saja dari ambang batasnya, dan dari perang perdagangan global ini kita tidak akan tahu siapa yang akan muncul sebagai pemenang, para politisi tidak punya hak untuk membahayakan ratusan ribu pekerjaan di Eropa yang bergantung pada perdagangan AS dan UE,".
"Kita telah belajar dari masa lalu bahwa kebanyakan pelanggan menderita akibat perang perdagangan, karena barang dan jasa semakin mahal, perang dagang ini menghambat pertumbuhan ekonomi dan memunculkan ketidakpastian baru,".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-ekonomi-jerman-peter-altmaier_20180813_082017.jpg)