Senin, 27 April 2026

Ponsel Xiaomi, Poco F1, bisa memicu perang harga telepon genggam

Para pengamat mengatakan ponsel Xiaomi, Poco F1, dapat memaksa perusahaan-perusahaan lain untuk menyesuaikan harga produk andalan mereka.

Xiaomi meluncurkan telepon genggam pintar yang memiliki fitur-fitur canggih namun dijual dengan harga rendah: Poco F1.

Poco F1 memiliki chip Snapdragon terbaru, kapasitas baterai yang lebih besar dari biasanya yang 4.000 mAh dan RAM hingga delapan gigabyte.

Spesifikasi ini menandingi Samsung Galaxy Note 9, tapi di India nanti, harganya akan jauh lebih murah dibanding model "terjangkau" dari merek pesaing.

Para pengamat mengatakan produk ini dapat memaksa perusahaan-perusahaan lain untuk menyesuaikan harga produk andalan mereka.

Di produk ini dilengkapi "prosesor Qualcomm terbaik yang bisa Anda dapatkan saat ini, sementara pada dasarnya harganya sekitar setengah dari harga sejumlah pesaingnya," kata Mike Lowe, redaktur ulasan di editor situs gadget Pocket-lint, yang telah menguji perangkat tersebut.

Ponsel itu "sangat kuat dengan baterai besar, dan konsumen yang jadi sasaran mereka tak akan terlalu peduli bahwa ukurannya agak besar".

"Xiaomi ini berusaha menjaga dominasi mereka di pasar India, dan berupaya menarik minat wilayah lain juga."

Poco F1 dengan model dasar - dengan 6GB RAM dan 64GB penyimpanan internal - dijual 20.999 rupee (Sekitar Rp4,4 juta).

Versi top-end, dengan bagian belakang serat sintetis dan RAM serta kapasitas simpan lebih besar - dipasang pada harga 29.999 rupee (Rp6,3 juta). 

Pers lokal menyebut pesaing terdekat produk ini adalah OnePlus 6 yang harganya antara 34.999 (Rp7.3 juta) hingga 43.999 rupee (Rp9,2 juta) dan Asus ZenFone 5Z yang harganya 29.999 (Rp6,3 juta) hingga 36.999 rupee (Rp7,7 juta).

Hanya Huawei Honor Play baru yang mengalahkan Poco F1 dengan harga 19.999 (Rp4,1 juta) hingga 23.999 rupee (Rp5 juta) tetapi spesifikasinya jauh tertinggal di belakang.

Sejauh ini Poco F1 baru disebut akan masuk pasar India, dengan tanggal peluncuran 29 Agustus.

Namun pembuatnya di Cina mengatakan mereka berencana untuk memasarkan handset itu ke sekitar 50 negara lain. Termasuk Indonesia, dan mungkin Eropa.

Kompromi pada desain

Xiaomi berhasil menurunkan harga jual produk mereka dengan membuat penyesuaian pada desain.

Produk ini menggunakan Gorilla Glass dari Corning yang dari tiga generasi terdahulu, dan usianya sekitar lima tahun.

Kamera-kameranya tidak memiliki stabilisasi gambar optik.

Selain itu, situs berita Verge melaporkan bahwa badan ponsel terlalu gampang baret dan kualitas audionya "pas-pasan".

Tapi ulasan-ulasan sejauh ini menyebut bahwa produk ini dapat menangani game Android yang sarat prosesor tanpa kesulitan, dan tidak menjadi panas di tangan.

"Ponsel itu sendiri luar biasa, menawarkan nilai tak tertandingi untuk harga seperti itu dalam kategori ini," ulas Android Central, meskipun menambahkan bahwa produk itu "tidak terlihat sebagai ponsel premium sama sekali".

Xiaomi
Reuters
Xiaomi laris terutama berkat kebrhasilannya di toko fisik selain di jaringan online.

Lonjakan penjualan

Peluncuran Poco F1 trjadi pada saat kebangkitan kembali Xiaomi.

Setelah kemerosotan dalam penjualan dan jatuh di belakang beberapa pesaing domestik pada tahun 2016, mereka mengakui telah "memaksakan diri untuk maju terlalu cepat".

Merk

Pengapalan ponsel pintar Juli 2017-Juni 2018

Perbahan dari tahun ke tahun

Pangsa pasar pada Kuartal 2 tahun 2018

Samsung

307,5 juta

-1.9%

21.0%

Huawei

174,7 juta

+14.9%

15.9%

Apple

217,5 juta

+0.9%

12.1%

Xiaomi

116,2 million

+81.2%

9.4%

Oppo

111,8 juta

+0.6%

8.6%

Vivo

93,4 juta

+8.5%

7.9%

LG

48,7 juta

-13.0%

2.9%

Lainnya

376,6 juta

-22.5%

22.3%

Sumber: IDC

Namun sejak itu mereka kembali bangkit dan sekarang menjadi pembuat handset terlaris keempat di dunia dan merupakan pemasok terbesar di India, menurut IDC.

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved