Iran Vs Amerika Memanas
Iran Minta Blokade Dicabut, Trump Batalkan Misi Utusan AS ke Pakistan: Mereka Bisa Telepon Kami
Trump membatalkan misi utusan AS ke Pakistan usai menilai proposal damai Iran tak memadai dan tetap menolak cabut blokade.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan ke Pakistan untuk negosiasi damai dengan Iran setelah menilai proposal Teheran belum memenuhi kepentingan Washington.
- Keputusan itu diambil usai Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad tanpa terobosan berarti dalam upaya mediasi konflik AS-Israel–Iran.
- Trump menegaskan Iran dapat kembali berkomunikasi kapan saja, namun menilai pembicaraan tidak layak dilanjutkan jika tidak menguntungkan AS.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membatalkan perjalanan utusan khususnya ke Pakistan untuk membahas negosiasi damai dengan Iran setelah menilai proposal dari Teheran tidak cukup memuaskan.
Al Jazeera melaporkan, keputusan itu diambil setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Islamabad usai menyerahkan kerangka kerja potensial kepada mediator Pakistan untuk mengakhiri konflik perang AS-Israel terhadap Iran.
Trump menilai, dokumen yang ditinggalkan Iran belum memenuhi kepentingan Washington.
Ia juga menegaskan, tidak ada alasan mengirim utusan tingkat tinggi bila hasil pembicaraan diperkirakan tidak akan menguntungkan Amerika Serikat.
“Jika Iran ingin bicara, yang harus mereka lakukan hanyalah mengangkat telepon dan menelepon kami,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip Al Jazeera.
Utusan yang semula dijadwalkan berangkat adalah Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Pembatalan mendadak itu membuat prospek pembicaraan damai kembali menggantung.
Iran Tolak Dialog di Bawah Tekanan
Di sisi lain, Teheran menegaskan, tidak akan memasuki negosiasi langsung dengan AS selama masih berada di bawah tekanan militer dan blokade ekonomi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahwa masalah utama saat ini adalah kepercayaan.
Menurutnya, blokade Amerika terhadap pelabuhan Iran, tekanan di Selat Hormuz, dan kehadiran militer AS di Laut Oman menjadi hambatan utama menuju dialog.
Baca juga: Jurnalis AS Merasa Dikhianati hingga Kritik Trump, Akui Tak Benci Presiden AS tapi Perang Iran
Al Jazeera melaporkan, Iran juga menuntut pencabutan blokade sebelum pembicaraan resmi dapat dimulai.
Selain itu, masih ada sejumlah titik sengketa besar lain seperti program nuklir Iran, cadangan uranium yang sangat diperkaya, aset Iran yang dibekukan, sanksi ekonomi, hingga tuntutan ganti rugi perang.
Iran disebut meminta kompensasi sekitar 270 miliar dolar AS atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel.
Trump sendiri menolak mencabut blokade sebelum kesepakatan tercapai.