Minggu, 12 April 2026

Bintang Liverpool Sadio Mane: Punya mobil mewah tapi tetap jadi pembersih WC masjid

Pemain Liverpol Sadio Mane kembali melakukan kegiatannya membersihkan WC masjid beberapa jam setelah menyarangkan gol untuk timnya, kegiatan

Pekan ini BBC Sport akan menampilkan lima pemain yang menjadi finalis Pemain Terbaik Afrika 2018, BBC African Footballer of the Year. Salah satunya pemain depan Liverpool dan timnas Senegal, Sadio Mane.

Setelah mencetak gol pertama dalam kemenangan 2-1 Liverpool di Leicester City awal September lalu, Sadio Mane bersujud di rumput -hal yang banyak dilakukan Muslim untuk menyatakan syukur.

Dan ternyata, hanya beberapa jam setelah itu, pemuda Senegal berusia 26 tahun yang sederhana itu, dengan santainya membersihkan toilet di sebuah masjid di Liverpool.

Gambar yang menunjukkan ia bersih-bersih WC masjid itu kemudian dibagikan luas di media sosial, dan menjadi kontras yang mencolok dengan gambaran stereotip pemain sepak bola Liga Primer yang 'hidup dalam kemewahan'.

Sadio Mane adalah orang yang senang berada jauh dari pusat perhatian, kata Abu Usamah Al-Tahabi, imam di Masjid Al Rahmah, Liverpool itu.

"Sadio sebetulnya meminta agar jangan membagi-bagikan videonya. Dia ingin tetap melakukan semuanya diam-diam dan ia tidak melakukannya untuk publisitas," kata Abu Usamah Al-Tahabi.

"Dia sering datang ke masjid ini. Di rumahnya dia memiliki (mobil mewah) Bentley - tetapi dia datang ke sini dengan mobil biasa, jadi dia tidak ingin dikenali.

"Dia bukan orang yang mencari kehebohan. Dia sama sekali tidak congkak."

Kerendahan hati ini terbukti dalam berbagai kisah tentang Mane.

Sadio Mane celebrates scoring for Liverpool
Getty Images
Sadio Mane mencetak 40 gol dalam 87 laga bersama Liverpool sejak bergabung pada musim panas 2016.

Sebelum final Liga Champions pada bulan Mei, ia membagikan kaos Liverpool kepada penduduk di kota kelahirannya, Bambali, di Senegal.

"Desa itu berpenduduk 2.000 orang. Saya membeli 300 kaos Liverpool untuk dikirim ke orang-orang di sana, sehingga para penggemar bisa memngenakannya saat menonton pertandingan final," kata Mane.

Di Bambali, pada 2005, Mane menonton siaran langsung keroisme Liverpool yang termasyhur, saaat bangkit dari ketinggalan 0-3 dari AC Milan untuk memenangkan final Liga Champions. Saat itu usianya baru 13 tahun.

Dan kampung halamannya tidak pernah jauh dari hatinya.

"Sadio berasal dari masyarakat miskin. Dia itu tipe orang yang ringan tangan. Dia sangat banyak berinisiatif dan pernah membantu membangun sebuah masjid di kampung halamannya," tambah Al-Thabi.

'Dia ramah dan agak pemalu'

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved