Bintang Liverpool Sadio Mane: Punya mobil mewah tapi tetap jadi pembersih WC masjid
Pemain Liverpol Sadio Mane kembali melakukan kegiatannya membersihkan WC masjid beberapa jam setelah menyarangkan gol untuk timnya, kegiatan
"Fans menyukai dia karena dia rendah hati. Di Liverpool, menjadi masalah jika terlalu menonjolkan diri dan terlalu bangga dengan diri sendiri. Dia sama sekali tidak seperti itu," kata John Gibbons dari podcast The Anfield Wrap.
- Kisah para perempuan Muslim Inggris yang berprestasi di bidang olahraga
- Kisah perubahan kostum timnas Brasil dari putih menjadi kuning
- Apakah ke-Islaman Mohamed Salah berpengaruh ke antusiasme fans Muslim?
Gibbons mengatakan "semua orang di Liverpool menganggap Mane sangat ramah". Ia mengungkapkan, para penggemar selalu berkesempatan bertemu dengannya di toko swalayan, menunjukkannya sebagai orang yang rendah hati.
"Pernah, dia berbelanja di (swalayan) Asda di Hunts Cross dengan mengenakan pakaian tradisional, lalu seorang penggemar yang menggendong bayi memintanya untuk berfoto bersama."
"Mane kemudian dengan senang hati menggendong bayi itu dan tersenyum dalam pemotretan bersama penggemar itu. Dan itu adalah supermarket biasa. Banyak orang yang pernah bertemu dengannya mengatakan dia sangat mudah didekati tapi agak pemalu."
Di lapangan, Mane juga senang untuk tak jadi pusat perhatian demi kepentingan tim.
"Ketika Liverpool mengontraknya, dia bermain di kanan luar dan mungkin pemain terbaik saat itu di posisi itu. Kemudian kita mendatangkan (Mohamed) Salah, dan Sadio dengan santainya pindah ke sayap kiri," kata Gibbons.
"Dia tidak mengeluh dan menjalaninya saja. Dia diminta untuk mengambil peran sebagai bagian dari tim dan bermain sedikit lebih dalam, sementara Salah adalah bintang."
Mane bukanlah juga pemain yang suka protes. Dalam pertandingan terakhir melawan Arsenal ia mencetak gol namun dianulir dianggap offside, padahal tidak.
Dalam wawancara setelah pertandingan, dia menolak untuk mengkritik wasit dan justru dia merujuk ke pertandingan pertama melawan West Ham, ketika golnya disahkan padahal saat itu ia dalam posisi offside.
Sikap tak egois ini bukanlah kejutan bagi Mike Hughes dari BBC Radio Merseyside Sport.
"Setelah pertandingan saya mencoba menggambarkan betapa besar peran yang dia mainkan, tetapi dia selalu bersemangat untuk mengesampingkan perannya dan justru memuji rekan-rekannya.
"Itu menunjukkan bagaimana watak orang itu."
'Salah satu hari terbaik saya sejauh ini di sepakbola'
Dalam tim Liverpool yang terus meningkat penampilannya di bawah manajer Jurgen Klopp, Mane tetap menjadi pemain yang menonjol.
Dia berperan penting dalam tim yang mencapai final Liga Champions lalu, mencetak 10 gol dalam kompetisi, termasuk golnya di babak knockout yang menyingkirkan Porto, Manchester City dan Roma.