Minggu, 7 Juni 2026

Kisah antropolog yang berhasil 'bertemu' suku terasing di Lautan Hindia

Seorang antropolog India berhasil melakukan 'kontak damai' dengan suku terasing di pulau Sentinel di Lautan Hindia yang belakangan menjadi sorotan

Tayang:

Dia malah dikatakan telah membayar nelayan lokal 25.000 rupee untuk membawanya ke pulau tersebut secara ilegal dengan harapan dapat mengubah keyakinan suku terasing itu menjadi penganut Kristen.

Map showing the Andaman and Nicobar Islands, including North Sentinel
BBC

Saat ini sedang diupayakan untuk mencoba dan mengevakuasi jasad warga AS itu. Menurut Pandit, hal itu mungkin dilakukan dengan pendekatan yang dilakukan oleh otoritas India.

Walaupun pengalamannya melakukan pertukaran dengan orang-orang Sentinel nyaris diwarnai ketegangan, Pandit secara tegas menolak label bahwa mereka memiliki sikap bermusuhan.

"Itu cara yang salah dalam melihatnya. Justru kita adalah penjajah di sini," katanya kepada Indian Express. "Kita adalah orang-orang yang mencoba memasuki wilayah mereka."

"Orang-orang Sentinel adalah orang-orang yang cinta damai. Mereka tidak berusaha menyerang orang. Mereka tidak mengunjungi daerah-daerah terdekat dan menimbulkan masalah. Ini adalah insiden langka," katanya kepada BBC.

Pandit mengatakan dirinya mendukung pembentukan kembali misi pemberian hadiah dengan pendekatan yang ramah dengan suku tersebut, tetapi mengatakan mereka tidak boleh diganggu.

"Kita harus menghormati keinginan mereka untuk dibiarkan hidup sendiri," katanya.


Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved