Sabtu, 24 Januari 2026

Serbia Ancam Serang Kosovo, Ada Apa?

Serbia mengancam bakal mengerahkan kekuatan militernya setelah Kosovo berniat membangun angkatan bersenjatanya.

Al Jazeera
Perdana Menteri Serbia, Ana Brnabi mengatakan pembentukan tentara secara tetap di Kosovo, bisa memprovokasi militer. 

TRIBUNNEWS.COM, BELGRADE - Serbia mengancam bakal mengerahkan kekuatan militernya setelah Kosovo berniat membangun angkatan bersenjatanya.

Jumat pekan lalu (14/12/2018), Parlemen Kosovo menggelar pemungutan suara dan berencana mengembangkan Pasukan Keamanan Kosovo untuk tujuan respon krisis dan membersihkan ladang ranjau.

Dilaporkan The Independent Minggu (16/12/2018), hasilnya 107 yang hadir dari 120 anggota parlemen mendukung proposal pembentukan militer. 

Voting itu dilaksanakan di tengah aksi boikot yang dilakukan politisi dari etnis Serbia.

Dengan hasil itu, Kosovo bakal membantuk militer berkekuatan 5.000 personel plus 3.000 pasukan cadangan.

Pemungutan suara itu mendapat dukungan Amerika Serikat ( AS) yang menyatakan momen tersebut bersejarah dan adalah kedaulatan Kosovo untuk membantuk militernya.

Baca: Seekor Anjing Pitbull Serang Satpam untuk Lindungi Majikan, Begini Cara Rawat Pitbull agar tak Ganas

Belgrade merespon dengan menyebut pembentukan tersebut merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Balkan.

Presiden Aleksandar Vucic yang mengunjungi serdadunya di wilayah perbatasan dengan Kosovo mengecam AS yang mendukung proposal itu. Vucic menuturkan Kosovo dan pendukungya berusaha mengancam Serbia.

"Kami tak punya pilihan lain selain mempertahankan diri karena situasi di ujung tanduk ini," tuturnya.

Penasihat kepresidenan Nikola Selakovic mengajukan dua syarat. Mengirim pasukan atau mengumumkan Kosovo sebagai bagian dari wilayahnya.

Adapun Menteri Luar Negeri Ivica Dacic berniat meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas isu tersebut. Situasi itu direspon Perdana Menteri Kosovo Ramush Haradinaj yang menyatakan militer itu tidak akan dipakai menyerang Serbia.

"Kini, Serbia justru mempunyai partner, yakni Kosovo, yang bakal saling berbagi tanggung jawab dalam mempertahankan perdamaian,' tegas Haradinaj.

Adapun Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sangat menaruh perhatian terhadap keinginan Kosovo untuk membentuk militer. 

"Kini, Dewan Atlantik Utara bakal mempertimbangkan kembali level keterlibatan dengan Pasukan Keamanan Kosovo," tutur Stoltenberg.

Lebih lanjut, Sekjen PBB Antonio Guterres meminta semua pihak menahan diri, terutama dengan ancaman yang dilontarkan Serbia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved