Senin, 4 Mei 2026

Pria Amerika menjadi orang pertama yang menaklukkan kutub selatan sendirian

Di Kutub Selatan, mereka melihat beberapa tanda kehidupan dari para ilmuwan kutub yang ditempatkan di sana, namun dilarang menerima bantuan

Tayang:

Selama ekspedisi, ia banyak mengunggah kata-kata inspirasi di Instagram, dan menggunakan telepon satelitnya untuk menjawab berbagai pertanyaan setiap malam dari salah seorang dari ribuan siswa - yang mengikuti ekspedisi solonya melalui media sosial.

Adapun sang kompetitor, Rudd, adalah ayah dari tiga anak, mendapat cuti dari kesatuan militernya, untuk berlatih agar bisa mengikuti lomba.

Ia terinspirasi untuk melakukan petualangan ini setelah teman sekaligus rekannya, Henry Worsely, meninggal saat menempuh perjalanan di rute yang sama.

Worsley meninggal karena sakit setelah berhasil diselamatkan sekitar 48 kilometer dari garis akhir di Ross Ice Shelf.

Rudd yang setiap hari mengirimkan laporan dari hamparan es, pada malam Natal membawa bendera yang pernah dibawa Worsely ke berbagai tempat yang nyaris dijangkau temannya.

"Saya membawa bendera Henry, yang ia bawa dalam semua perjalanannya, dan sangat penting bagi saya bahwa, kali ini, benderanya menyusuri setiap lintasan, dan menempuh perjalanan hingga akhir," katanya.

"Selanjutnya..."

Tinggi, kering, dan dingin

Kutub selatan atau Antartika bukan hanya terkenal sebagai benua terdingin di Bumi, tetapi juga merupakan daratan tertinggi dan paling kering.

Dinginnya suhu Antartika membekukan semua kelembaban, akibatnya secara teknis membuat pemandangan menjadi gurun.

Ketebalan es yang menutupi benua juga menjadikannya sebagai daratan dengan ketinggian rata-rata tertinggi dengan puncak yang mencapai 9.613 kaki.

javascript:void(0)


Sinar matahari, yang bersinar 24 jam sehari di musim panas, kata O'Brady, "aneh dan membingungkan tapi saya sebenarnya agak menyukainya," karena memungkinkan ia untuk mengisi ulang panel surya.

Kedua pria ini harus membawa semua kalori yang akan mereka konsumsi sepanjang perjalanan, tugas yang mustahil mengingat tingkat tenaga mereka, dan merebus es dan salju untuk semua air minum mereka.

Terlepas dari sesekali mereka bisa melihat satu sama lain sebagai bintik di cakrawala, mereka sedikit sekali berjumpa dengan beberapa bentuk kehidupan lain.

Di Kutub Selatan, O'Brady mengatakan ia melihat beberapa tanda kehidupan dari para ilmuwan kutub yang ditempatkan di sana, namun dilarang menerima bantuan apa pun dari mereka, karena akan bertentangan dengan misi menjelajahi kutub selatan tanpa bantuan.

Sebelum tidur, mereka masing-masing mengemas semua pakaian basah mereka ke dalam kantong tidur mereka, sehingga mereka bisa menggunakan panas tubuh mereka untuk mengeringkan perlengkapan sepanjang malam.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved