Bibit tanaman yang dibawa misi Cina ke Bulan, mulai tumbuh
Bibit tanaman yang dibawa ke Bulan oleh misi luar angkasa Cina, Chang'e-4 dilaporkan mulai tumbuh, kata Badan Antariksa Nasional Cina.
Prof Xie Gengxin, kepala perancang percobaan ini, seperti dikutip di harian South China Morning Post mengatakan, bahwa kenberhasilan ini memberi perspektif baru bagi kelangsungan hidup di ruang angkasa di masa depan.
"Belajar tentang pertumbuhan tanaman ini di lingkungan gravitasi rendah akan memungkinkan kita untuk meletakkan pondasi bagi pangkalan ruang angkasa kita di masa depan."
Ia mengatakan kapas akan bisa digunakan untuk membuat pakaian, sementara kentang bisa menjadi sumber makanan bagi astronot dan raba (Brassica napus) untuk minyak.
Kantor berita Cina Xinhua menyebutkan para ilmuwan menggunakan 'teknologi biologi' untuk membuat benih-benih tersebut dalam keadaaan tidak aktif selama perjalanan 20 hari dari Bumi ke Bulan.
Benih-benih itu mulai aktif tumbuh setelah pusat kendali mengirim perintah ke wahana itu untuk menyiraminya.
Xinhua juga mengatakan wahana itu sejauh ini telah mengambil sekitar 170 gambar yang telah dikirim kembali ke Bumi.
Pada hari Jumat, Program Eksplorasi Lunar Cina (CLEP) merilis beberapa gambar yang diambil oleh wahana itu, termasuk gambar panorama dari lokasi pendaratan serta video wahana saat menyentuh permukaan Bulan.
Akankah Bulan terkontaminasi?
Paul Rincon, editor iptek, BBC News
Eksperimen biosfir miuni di Bulan, Chang'e-4 dirancang untuk menguji fotosintesis dan respirasi - proses dalam organisme hidup yang menghasilkan produksi energi. Seluruh percobaan terkandung dalam tabung setinggi 18cm, dengan berat 3kg yang dirancang oleh 28 universitas Cina.
Organisme di dalamnya memiliki pasokan udara, air, dan nutrisi untuk membantu mereka tumbuh. Tetapi salah satu tantangan berat, kata para ilmuwan Cina, adalah menjaga suhu tetap baik untuk pertumbuhan, mengingat suhu di Bulan tak menentu, bergerak antara -173C hingga 100C atau lebih.
Mereka juga harus mengontrol kelembaban dan nutrisi.