Senin, 18 Mei 2026

Imlek 2019: Apakah ada 'semangat sensor' dalam tahun babi?

Komunitas keturunan Cina bersiap merayakan Tahun Babi, tetapi apakah akan ada "sensor" dengan simbol binatang ini seperti yang terjadi pada

Tayang:

"Kalau pakai kaos gambar babi di komunitas tidak masalah tapi kalau di luar mending tidak, kemudian kalau pasang dekorasi sebaiknya di dalam rumah jadi tidak terlalu kelihatan," katanya.

Ahok in the Mako Brimob prison
Getty Images
Kasus Ahok berdampak pada meluasnya intoleransi, kata pakar.

Imlek sudah menjadi hari libur nasional di Indonesia dan perayaan publik menjadi umum di sejumlah kota. Tapi belakangan ada sejumlah organisasi massa yang menolaknya.

Forum Muslim Bogor (FMB) misalnya meminta perayatan Imlek tidak diselenggarakan secara publik di Bogor. Alasannya, mereka menilai Imlek bukan cuma budaya tetapi juga perayaan keagamaan, karena itu tidak pantas bagi Muslim berpartisipasi.

Di Pontianak, suara serupa diungkapkan oleh Pemuda Pancasila (PP) dan Malayan Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM).

Mereka menolak adanya perayaan terbuka karena takut acara itu menjadi ajang kampanye di masa pemilu ini.

Peneliti kemasyarakatan dan kebudayaan Thung Ju-Lan dari LIPI mengatakan sentimen-sentimen ini merupakan dampak dari intoleransi dan narasi politik yang bergulir setelah kasus penistaan agama yang menjerat mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Namun Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kepercayaan orang-orang dari berbagai budaya, agama, dan tradisi harus dihormati.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved