Senin, 20 April 2026

Mengapa Vietnam, mantan musuh sengit AS, menjadi tuan rumah pertemuan Trump-Kim?

44 tahun setelah Perang Vietnam berakhir, negara itu sekarang dipandang sebagai "tuan rumah netral" yang bisa menjembatani Amerika Serikat dan

Pada Maret 1965, pasukan pertama Amerika Serikat mendarat di kota Danang, Vietnam bagian selatan, untuk memulai keterlibatan AS dalam perang berdarah komunisme melawan kapitalisme di Asia Tenggara.

Hampir 44 tahun kemudian, kota yang sama akan menjadi tuan rumah perundingan antara mantan musuh Vietnam dan sekutu Perang Dinginnya, Korea Utara.

Presiden AS, Donald Trump, memastikan bahwa pertemuan keduanya dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, akan dilakukan di Vietnam pada tanggal 27 dan 28 Februari.

Tempat pastinya kemungkinan Danang atau Hanoi.

Mengapa Vietnam?

Sebagai negara berekonomi kapitalis yang dijalankan kelompok komunis, Vietnam sekarang dipandang sebagai kawan Washington dan Pyongyang.

Negara itu dipandang sebagai "tuan rumah netral" dan memenuhi semua persyaratan baik dari AS maupun Korut, menurut Carl Thayer, ahli Vietnam di University of New South Wales, Australia.

Hanoi.
Getty Images
Vietnam adalah salah satu negara yang paling cepat pertumbuhannya di Asia.

Prof Thayer mengatakan kepada BBC Vietnam: "Vietnam dipilih sebagai tempat KTT kedua Trump-Kim bukan hanya secara simbolis."

"Vietnam dipilih karena pada kenyataannya semua pihak menghargai kemampuan negara tersebut dalam menyediakan tempat KTT yang sangat aman. Semua pihak percaya Vietnam adalah tuan rumah yang netral."

Mengapa Kim menyetujui Vietnam?

Bagi Kim, jarak tempuh melalui udara ke Vietnam dari Cina dipandang aman. Kedua negara ini adalah sebagian dari sejumlah negara yang menjalin hubungan baik dengan Pyongyang.

Prof Thayer mengatakan pemimpin Korut memandang kunjungan pertamanya ke Vietnam sebagai kesempatan "untuk membuktikan bahwa Korea Utara tidak diasingkan".

Pemimpin Korut telah mempelajari model pembangunan Vietnam dan lawatan ini dapat memberikan kesempatan kepada Kim untuk melihat perubahan negara itu secara langsung.

"Sejarah Vietnam berperang melawan AS dan normalisasi hubungan diplomatik dengan AS, perundingan kesepakatan perdagangan bebas dan sebagainya, ini semua menarik perhatian rezim Korut," kata Prof Thayer.

Le Hong Hiep, ahli Vietnam di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura mengatakan kepada kantor berita AFP: "(Kim) akan tertarik untuk melihat cerita Vietnam sendiri. Ini dapat menjadi sumber inspirasi dan bahan refleksi baginya tentang cara memajukan Korut."

Kim Jong-un dan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing, Januari 2019.
AFP
Kim memandang Vietnam dan Cina sebagai sekutu.

Mengapa Trump menyetujui Vietnam?

Jika Kim dapat terinspirasi keberhasilan ekonomi Vietnam, maka faktor ini kemungkinan akan menguntungkan Washington.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved