Trump Perkirakan Semua Wilayah ISIS akan Dikuasai Minggu Depan
"AS akan terus memimpin dalam memberikan prajurit terbaik yang akan menghancurkan mereka," kata Trump
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperkirakan ISIS akan kehilangan semua wilayah yang pernah dikuasainya di Irak dan Suriah, pada minggu depan.
Karena AS tidak akan menyesal akan bertempur menghabisi sisa organisasi ekstrimis ini walaupun keputusannya akan menarik pasukan AS dari Suriah.
Baca: Densus 88 Tangkap Anak Buah Algojo ISIS Asal Indonesia
Trump mengatakan koalisi militer akan melakukan pertempuran untuk membersihkan para militan yang jumlahnya tersisa sangat kecil dari wilayah luas yang selama ini menjadi kekuasaan mereka.
"Mungkin minggu depan, bahwa kita akan menguasai 100 persen," tegas Trump.
Para pejabat AS mengatakan dalam beberapa minggu terakhir ISIS telah kehilangan 99,5 persen wilayahnya.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo juga memastikan semua misi militer yang selama ini telah direncanakan tidak akan berubah karena penarikan AS di Suriah.
Trump juga menegaskan, pengumuman penarikan ini bukan akhir dari perjuangan AS.
Dia menambahkan, "AS akan terus memimpin dalam memberikan prajurit terbaik yang akan menghancurkan mereka."
Sejauh ini juga Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS telah memulai serangan terhadap kantong terakhir ISIS di Suriah timur pada Sabtu (9/2/2019), yang bertujuan untuk menghabisi sisa dari “kekhalifahan” kelompok jihadis tersebut di wilayah operasi SDF.
Kabar dimulainya proses penarikan pasukan AS tersebut juga disampaikan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang melihat kehadiran pasukan koalisi di Lapangan Udara Rmeilan di Provinsi Hasakeh, Suriah timur laut, mulai berkurang.
"Pada Kamis (10/1/2019), beberapa pasukan Amerika terlihat menarik diri dari pangkalan militer Rmeilan," kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah.
Ditambahkan Rahman, jumlah pasukan AS yang telah meninggalkan pangkalan Rmeilan mencapai sekitar 150 orang dan sejumlah kendaraan lapis baja, serta alat berat.
Selain pangkalan udara Rmeilan, koalisi AS memiliki sejumlah pangkalan lain yang tersebar di timur laut Suriah dan Irak.
Dimulainya proses penarikan pasukan AS dari Suriah tersebut dilakukan bertepatan dengan rangkaian kunjungan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Timur Tengah.
Baca: Donald Trump Klaim Dirinya Presiden AS yang Paling Rajin Bekerja
Sebelumnya diberitakan, seorang pejabat AS mengatakan, militer Amerika Serikat telah mulai melucuti sebagian peralatan yang terpasang di pangkalan di Suriah.
Trump mengumumkan akan menarik pasukan AS di Suriah setelah menyatakan kemenangan atas ISIS di negara konflik itu pada 19 Desember lalu. (AP/Reuters/AFP)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump3.jpg)