Jumat, 10 April 2026

Olimpiade 2032: Modal prestasi hingga ekonomi, mampukah Indonesia jadi tuan rumah?

Mayoritas tuan rumah olimpiade adalah negara maju dan kekuatan tradisional dalam percaturan olahraga dunia. Lantas sejauh apa peluang Indonesia

Pemerintah Indonesia resmi mendaftarkan diri pada seleksi tuan rumah Olimpiade 2032. Menimbang kondisi perekonomian negara dan catatan prestasi di ajang multi-olahraga itu, sejauh apa peluang Indonesia dalam proses seleksi?

Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI), Rita Subowo, menyebut pemerintah perlu memenuhi kualifikasi sarana olahraga yang ditentukan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Rita berkata, ajang olimpiade menerapkan standar berbeda dengan ajang olahraga multi-event di bawahnya, seperti Asian Games maupun Sea Games.

"Mungkin level Asian Games kita bisa, kalau Olimpiade, kita harus tambah yang sesuai kualifikasi mereka," ujar Rita saat dihubungi, Rabu (20/02).

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, sebelumnya yakin kesuksesan Asian Games 2018 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sulawesi Selatan dapat memuluskan langkah pemerintah dalam proses seleksi yang akan digelar pada 2024.

Dana dan fasilitas sebelum seleksi

Saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah mengklaim 'hanya' mengucurkan anggaran sebesar Rp5,7 triliun untuk renovasi dan pembangunan stadion sepak bola, kompleks akuatik, hingga lapangan panahan baru.

Nominal itu tidak termasuk anggaran untuk infrastruktur penunjang lainnya yang diprediksi mencapai puluhan sampai ratusan triliun rupiah, antara lain untuk wisma atlet dan transportasi massal seperti LRT.

Namun menurut pengamat olahraga, Fritz Simanjuntak, pemerintah sepatutnya tidak lagi mengandalkan sarana olahraga yang telah berdiri.

Fritz menuturkan, kompleks olahraga baru yang berteknologi terkini dan bersinergi dengan hunian atlet perlu dibangun untuk menyaingi fasilitas milik calon tuan rumah Olimpiade lainnya.

"Pemerintah harus langsung siapkan desain sebelum mereka benar-benar ikut seleksi. Kalau yang diajukan sarana di Jakarta-Palembang lagi, kita bakal kalah," kata Fritz.

Sarana dan fasilitas, kata Fritz, adalah faktor yang dapat dipacu pemerintah. Persaingan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 disebutnya berat, terutama karena pengaruh politik global.

"Korea Selatan gabung dengan Korea Utara untuk jadi tuan rumah. Mereka punya nilai politik yang lebih tinggi," ujar Fritz.

Hingga kini setidaknya terdapat beberapa negara yang telah dan berencana mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Jerman menyiapkan 13 kota untuk ajang empat tahunan itu. Duo Korea telah membahas peluang kerja sama mereka sebagai tuan rumah bersama. Adapun, India telah mengajukan surat resmi untuk mengikuti seleksi tuan rumah.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved