Minggu, 12 April 2026

Dunia punya lebih banyak "kakek-nenek" dibandingkan cucu-cucu, apa dampaknya?

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jumlah manusia berumur 65 tahun ke atas melampaui jumlah balita. Negara mana yang paling terkena dampak

Standar yang lebih baik berarti orang bisa hidup lebih lama di negara-negara ini.

Contoh terbaiknya adalah Jepang, di mana usia harapan hidup bisa mencapai 84 tahun. Angka ini merupakan yang tertinggi di dunia. Jumlah manula di Jepang juga mencapai 27 persen dari total populasi di tahun 2018. Ini juga merupakan yang tertinggi di dunia.

Jumlah balita di Jepang? Sekitar 3,85% menurut PBB.

Tantangan ganda ini membuat pihak berwenang di Jepang khawatir, dan tahun lalu pemerintah mengumumkan peningkatan usia pensiun dari 65 ke 70 tahun.

Kalau memang ini akan diterapkan, usia pensiun di Jepang akan menjadi yang tertua di dunia.

Namun populasi yang timpang ini juga mengancam negara berkembang.

Cina dengan jumlah 10,6% dari populasi, memiliki jumlah manula lebih rendah daripada Jepang tapi berkat program keluarga berencana yang ketat diterapkan sejak 1970-an, jumlah kelahiran anak negeri itu juga rendah, yaitu 1,6 anak per tahun.

Jumlah balita di Cina kurang dari 6% dari total populasi.

Perempuan dan anak di benua Afrika
Getty Images
Banyak negara Afrika punya angka kelahiran tinggi, tapi dengan angka kematian anak yang juga tinggi

Jumlah anak versus kualitas hidup

Negara-negara Afrika merupakan contoh terbaik dilema antara kuantitas versus kualitas dalam soal angka kelahiran karena dominasi mereka dalam hal jumlah kelahiran.

Contohnya Niger yang merupakan "negara paling subur di dunia" dengan jumlah rata-rata kelahiran 7,2 per perempuan pada tahun 2017.

Namun Niger juga memiliki angka kematian anak tertinggi yaitu 85 per seribu kelahiran. Ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Perempuan hamil berkonsultasi
Getty Images
Sejumlah besar negara tak bisa mencapai ambang batas tingkat kelahiran 2,1 per perempuan agar masyarakatnya bisa tetap bertahan

Tingkat "penggantian"

Angka 2,1 adalah angka ajaib untuk populasi, karena menurut ahli demografi, itulah tingkat kesuburan yang dibutuhkan oleh satu populasi untuk bisa mengganti dirinya sendiri.

Namun menurut data PBB hanya 113 negara-negara di dunia yang punya tingkat prokreasi mencapai angka tesebut.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat kematian anak tinggi, dan usia harapan hidup yang rendah membutuhkan tingkat kesuburan 2,3. Angka ini bisa dicapai oleh 99 negara.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved