Senin, 13 April 2026

Dunia punya lebih banyak "kakek-nenek" dibandingkan cucu-cucu, apa dampaknya?

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jumlah manusia berumur 65 tahun ke atas melampaui jumlah balita. Negara mana yang paling terkena dampak

Salah satu kasus ekstrim adalah Rusia di mana tingkat kesuburan adalah 1,75 per perempuan dan ini diperkirakan akan menyumbang pada penurunan jumlah populasi Rusia dalam beberapa dekade ke depan.

Divisi Kependudukan PBB menghitung bahwa populasi Rusia akan turun dari jumlahnya sekarang yaitu 143 juta jiwa, menjadi 132 juta pada tahun 2050.

Kelas yoga untuk perempuan hamil di St Petersburg
Getty Images
Tingkat kelahiran di Rusia terus menurun membuat penurunan populasi sejumlah lima juta jiwa sejak 1990-an.

Dampak ekonomi

Penuaan dan menurunnya populasi berarti berkurangnya jumlah tenaga kerja, yang pada gilirannya mengarah pada penurunan produktivitas ekonomi dan menekan pertumbuhan.

Percentage of over-65s in selected countries/regions. .  .

Bulan November lalu, International Monetary Fund (IMF) memperingatkan Jepang bahwa ekonomi mereka bisa menyusut 25 persen dalam 40 tahun ke depan karena penuaan populasi.

"Dampak demografi ada pada setiap aspek hidup kita. Ini semua didorong oleh demografi," kata George Leeson, Direktur Oxford Institute of Population Ageing kepada BBC.

Apakah teknologi bisa memitigasi dampak ekonomi dari populasi yang menua?

Manusia dan robot
Getty Images
Apakah teknologi bisa memitigasi dampak ekonomi dari populasi yang menua

Kebijakan dan politik

Ada kesepakatan bahwa pemerintah perlu bertindak untuk mengatasi masalah bom waktu penuaan. Pemerintah di banyak negara memang sedang mencoba.

Cina meninjau ulang kebijakan satu anak mereka pada tahun 2015. Di tahun 2018 mereka memberi tanda-tanda akan mencabut larangan melahirkan.

Melonggarkan kelahiran bukanlah obat mujarab: pada tahun 2018 Cina mencatat angka kelahiran terkecil selama 60 tahun terakhir.

Para akademisi di Cina mengaitkan hal ini dengan menurunnya populasi perempuan usia subur, serta pada keluarga yang enggan punya anak lantaran alasan keuangan — khususnya pada keluarga-keluarga yang dibentuk oleh perempuan berpendidikan yang segan menjalani peran tradisional perempuan.

The Rolling Stones
Getty Images
Ada area pekerjaan tertentu yang bisa mempekerjakan orang tua seperti ini

Lebih tua dan lebih kuat

Para ahli kependudukan mengingatkan bahwa kebijakan untuk mempromosikan kesehatan orang tua memainkan peran penting dalam memitigasi dampak penuaan populasi.

Menurut pendapat ini, semakin sehat seseorang, semakin mampu mereka bekerja lebih lama, yang bisa membawa pada penurunan biaya perawatan kesehatan.

Satu area yang luput adalah semakin beragamnya tenaga kerja, terutama secara gender. Data dari International Labour Organization (ILO) memperlihatkan bahwa tingkat partisipasi perempuan di pasar kerja global adalah 48,5 persen di tahun 2018. Tingkat ini 25 persen lebih rendah daripada partisipasi laki-laki di pasar kerja.

Perempuan Afrika Selatan di pabrik anggur
Getty Images
Partisipasi perempuan di pasar kerja terus meningkat

"Lebih banyak perempuan bekerja tak hanya membuat ekonomi menjadi lebih kuat menghadapi guncangan. Banyaknya perempuan di pasar kerja juga merupakan perangkat anti kemiskinan," kata Ekkehard Ernst, ahli ekonomi ILO.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved