Kim Jong-un dan Vladimir Putin gelar pertemuan tingkat tinggi hari ini
Sang pemimpin Korea Utara akan menemui Vladimir Putin untuk pertama kalinya di sebuah pulau di timur jauh Rusia.
Negara itu menyalahkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo atas gagalnya KTT Hanoi pada Februari lalu.
Awal bulan ini Korea Utara menuntut supaya Pompeo dicopot dari perundingan nuklir, menuduhnya "berbicara omong kosong" dan meminta seseorang "yang lebih berhati-hati" untuk menggantikannya.
KTT ini juga merupakan kesempatan bagi Pyongyang untuk menunjukkan bahwa masa depan ekonominya tidak hanya bergantung pada AS, imbuh koresponden kami.
Kim juga mungkin akan berusaha menekan Moskow untuk meringankan sanksi.
Beberapa analis percaya bahwa KTT ini adalah kesempatan bagi Rusia untuk menunjukkan bahwa mereka adalah pemain penting di semenanjung Korea.
Presiden Putin telah sangat ingin bertemu dengan sang pemimpin Korea Utara sejak lama. Namun di tengah dua pertemuan puncak Trump-Kim, Kremlin agak tersingkir.
Rusia, seperti AS dan China, merasa tidak nyaman dengan Korea Utara menjadi negara nuklir.
Seberapa dekatkah Rusia dan Korea Utara?
Selama Perang Dingin, Uni Soviet (di mana Rusia adalah negara penerus terbesarnya) mempertahankan hubungan dekat dalam segi militer dan perdagangan dengan sekutu komunisnya, Korea Utara, untuk alasan ideologis dan strategis.
Setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, hubungan dagang dengan Rusia pascakomunis menyusut dan Korea Utara condong ke Cina sebagai sekutu utamanya.
Di bawah pemerintahan Presiden Putin, Rusia pulih secara ekonomi dan pada tahun 2014 menghapus sebagian besar utang Korea Utara dari era Soviet sebagai pertanda itikad baik.