Sri Lanka Waspadai Ancaman Serangan Lanjutan dari Eketremis, Kapal Perang Diterjunkan

Ada ancaman serangan lanjutan dari ekstremis, Kepolisian Sri Lanka dilaporkan dalam keadaan waspada. Kapal perang pun diterjunkan.

Sri Lanka Waspadai Ancaman Serangan Lanjutan dari Eketremis, Kapal Perang Diterjunkan
AFP
Ambulans terlihat di depan gereja St Anthony's Shrine pasca terjadinya ledakan bom di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Ada ancaman serangan lanjutan dari ekstremis, Kepolisian Sri Lanka dilaporkan dalam keadaan waspada.

Seluruh ibu kota Colombo telah menerima instruksi dari kepolisian untuk menempatkan petugas tambahan dan telah meminta angkatan laut untuk menerjunkan kapal perang.

Sebab seperti dilansir AFP Jumat (3/5/2019), mereka menerima laporan intelijen berisi peringatan akan adanya serangan yang menyasar jembatan di Colombo.

Militer Sri Lanka juga mendirikan pusat komando khusus untuk mengatur koordinasi operasi anti-terorisme.

Militer menyatakan mereka juga mengerahkan lebih banyak pasukan dalam operasi pencarian.

Baca: Dicurigai, Wanita Muslim Sri Lanka Lepas Cadar dan Hijab

Baca: Setelah Tragedi Bom di Hari Paskah, Wanita Muslim di Sri Lanka Lepaskan Hijab dan Cadar

Baca: Selain Sri Lanka, negara mana saja yang melarang cadar?

Sumber militer mengungkapkan, pasukan tambahan itu melakukan pencarian semalam suntuk dan menyita sejumlah bahan peledak serta senjata di beberapa lokasi.

"Dengan bantuan polisi, kami mencari persembunyian teroris, peledak, senjata, dan barang sejenisnya. Pasukan bakal ditambah sesuai kebutuhan," tegas militer dalam keterangannya.

Juru bicara pemerintah Rajitha Senaratne berkata, mereka sudah menerima informasi tentang sekelompok kecil radikal yang hendak melancarkan serangan lanjutan.

"Anda tentu tidak bisa mengatakan ancamannya telah usai. Namun situasinya saat ini terkendali. Lebih baik dari yang kami harapkan," terang Senaratne.

Meski begitu, Senaratne yang juga menteri kesehatan menuturkan aparat masih memburu "empat teroris" yang berhubungan dengan serangan 21 April itu.

Halaman
12
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved