Jumat, 5 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Sesumbar, AS Bisa Ambil Uranium Iran Tanpa Perjanjian

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS bisa mengambil uranium Iran tanpa perjanjian, tapi menegaskan AS memilih jalur diplomasi.

Tayang:
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Selasa (19/5/2026). Pada 4 Juni 2026, Trump mengatakan AS bisa mengambil uranium Iran tanpa perjanjian, tapi menegaskan AS memilih jalur diplomasi. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak memerlukan perjanjian dengan Iran untuk mendapatkan uranium yang diperkaya, meski tetap mengutamakan jalur diplomasi.
  • Trump menegaskan tujuan utama AS adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dan menyebut Selat Hormuz sebagai salah satu poin penting dalam negosiasi.
  • Ia juga mengungkapkan sempat mempertimbangkan operasi militer untuk mengambil material nuklir Iran, tetapi membatalkannya karena berisiko tinggi.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington tidak memerlukan perjanjian dengan Iran untuk mendapatkan uranium yang telah diperkaya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintahannya saat ini masih lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi dibandingkan tindakan militer langsung.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengklaim Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk memperoleh uranium yang diperkaya milik Iran kapan saja jika memang menginginkannya.

“Kita bisa mendapatkannya sekarang. Saya rasa mereka (Iran) tidak bisa menghentikan kita jika kita mau, tetapi tidak perlu. Itu sudah terkubur,” kata Trump, Kamis (5/6/2026).

Namun, ia menambahkan bahwa langkah tersebut tidak diperlukan untuk saat ini.

Menurut Trump, sebagian besar uranium yang diperkaya Iran berada di fasilitas yang telah menjadi sasaran serangan selama konflik sebelumnya sehingga kondisinya saat ini berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu.

Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat terus memantau fasilitas nuklir Iran dari luar angkasa.

Ia bahkan mengisyaratkan bahwa Washington siap mengambil tindakan terhadap pihak mana pun yang dianggap mengancam kepentingan keamanan Amerika di sekitar lokasi tersebut.

Dalam penjelasannya, Trump mengaku sempat mempertimbangkan opsi pengiriman pasukan khusus untuk mengambil material nuklir Iran secara langsung, lapor Al Arabiya.

Namun, rencana tersebut tidak dilanjutkan karena dinilai akan membutuhkan operasi militer yang panjang dan berisiko tinggi di wilayah konflik.

Baca juga: Rudal-Drone Iran Obrak-abrik Terminal 1 Bandara Kuwait: Apa Masih Ada Gunanya Pasukan AS di Teluk?

Trump: Fokus Utama AS Adalah Cegah Iran Memiliki Senjata Nuklir

Trump kembali menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran adalah memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir.

“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tegasnya.

Menurut Trump, inti dari setiap kesepakatan yang sedang dibahas adalah memastikan program nuklir Iran tidak berkembang menjadi program persenjataan.

Ia juga menyatakan optimistis bahwa Amerika Serikat akan mencapai tujuannya, baik melalui perundingan maupun cara lain jika diperlukan.

"Anda akan segera mengetahui apa isi kesepakatan antara Washington dan Teheran," kata Trump menjelaskan bahwa poin terpenting dari kesepakatan itu adalah Selat Hormuz akan segera dibuka.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved