Google Sebut UU Anti Hoax Singapura Bisa Hambat Kemajuan Inovasi

"Kami tetap khawatir bahwa UU ini akan merusak inovasi dan pertumbuhan ekosistem informasi digital," kata perwakilan Google kepada Reuters

Google Sebut UU Anti Hoax Singapura Bisa Hambat Kemajuan Inovasi
Alain Jocard/AFP/Getty Images
Google 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Usai disahkannya Rancangan Undang-Undang (UU) Anti Hoax oleh Parlemen Singapura, raksasa teknologi Google mengatakan pada Kamis kemarin, keputusan itu dapat menghambat inovasi.

UU baru itu dianggap bisa menjadi boomerang dan menurunkan kualitas inovasi yang ingin dikembangkan oleh negara tersebut di bawah rencana untuk memperluas industri teknologinya.

Baca: Minarni Soedarjanto Muncul di Google Doodle Hari Ini, Siapa Dia & Apa Saja Prestasinya bagi Bangsa?

Perlu diketahui, parlemen Singapura pada hari Rabu lalu telah meloloskan UU Perlindungan dan Kepalsuan Online, sebuah UU yang banyak menuai kritikan dari berbagai pihak.

Mulai dari kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), Jurnalis, serta perusahaan teknologi yang merasa khawatir bahwa UU tersebut dapat digunakan sebagai 'alat' penekan kebebasan dalam berbicara.

Dikutip dari laman Today Online, Jumat (10/5/2019), pengesahan UU itu terjadi pada saat Singapura, yang dikenal sebagai pusat keuangan dan transportasi tersebut tengah berupaya menempatkan diri sebagai pusat regional untuk inovasi digital.

Google pun menilai UU itu dapat menghambat upaya pengembangan tersebut.

"Kami tetap khawatir bahwa UU ini akan merusak inovasi dan pertumbuhan ekosistem informasi digital," kata perwakilan Google kepada Reuters.

"Bagaimana Undang-Undang diimplementasikan itu sangat penting, dan kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pembuat kebijakan dalam proses ini."

UU ini akan mewajibkan platform media online untuk melakukan koreksi atau menghapus konten yang dianggap palsu oleh pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved