Krisis Sudan: Bagaimana konflik bermula, mengapa dunia internasional tidak bertindak dan semua yang perlu Anda ketahui
Apa yang terjadi di Sudan? Bagaimana semua itu dimulai? Kenapa dunia internasional tidak bertindak? Artikel ini akan menjelaskannya.
Protes meluas menjadi tuntutan untuk penggulingan Bashir dan pemerintahannya yang telah berkuasa selama 30 tahun.
Protes mencapai puncaknya pada 6 April, ketika demonstran menduduki alun-alun di depan pusat militer untuk menuntut agar tentara memaksa presiden turun.
Lima hari kemudian, militer mengumumkan bahwa presiden telah digulingkan.
Jadi siapa yang memegang kekuasaan di Sudan sekarang?
Dewan jenderal mengambil alih kekuasaan pada 11 April, tetapi mereka kesulitan mengembalikan negara itu pada situasi normal.
Tujuh anggota Dewan Militer Transisi (TMC) dipimpin oleh Letjen Abdel Fattah Abdelrahman Burhan. Dewan mengatakan bahwa mereka perlu memegang kekuasaan demi memastikan ketertiban dan keamanan.
Tetapi tentara bukanlah kekuatan tunggal di Sudan. Ada organisasi paramiliter lain dan berbagai milisi Islam yang juga memegang kendali.
- Bentrokan di Sudan: KBRI tetapkan 'status siaga' dan siapkan dua tempat perlindungan untuk WNI
- Gejolak di Sudan, imam masjid dilarikan dari amukan massa antipemerintah
Militer juga menghadapi kecaman internasional karena melakukan serangan kekerasan terhadap pengunjuk rasa di Khartoum pada 3 Juni. Setidaknya 30 orang dilaporkan tewas.
AS mengutuk dan menyebutnya "serangan brutal". Inggris mengatakan dewan militer menanggung "tanggung jawab penuh".
Sebagai tanggapan, TMC menyatakan "sedih dengan bagaimana peristiwa makin meningkat", dan mengatakan bahwa operasi militer itu menargetkan "pembuat onar dan penjahat kecil".
Siapakah para oposisi?
Masalah ekonomi membuat berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan. Tapi pengorganisasian demonstrasi dilakukan oleh Asosiasi Profesional Sudan (SPA), kolaborasi dokter, pekerja kesehatan dan pengacara.
Para pengunjuk rasa sebagian besar masih muda, mencerminkan demografi negara itu, tetapi orang-orang dari segala usia pun nampak di kerumunan.
Perempuan berada di garis depan demonstrasi dan video seorang perempuan memimpin nyanyian dan yel-yel telah menjadi viral. Dia dinamai Kandaka, yang berarti ratu Nubia.
Ketika militer mengambil alih kekuasaan pada bulan April, para demonstran tetap bertahan di luar markas militer dan bersikeras agar kekuasaan dipindahkan ke pemerintahan sipil.