Jumat, 29 Mei 2026
Deutsche Welle

Erdogan Ingin Ada Pemisahan Gender di Universitas Turki

Dalam kunjungan ke KTT G20 di Jepang, Presiden Recep Tayyip Erdogan menemukan konsep universitas untuk perempuan. Dia lantas ingin…

Tayang:

"Tapi ini akan menjadi langkah ke arah yang salah. Alih-alih kita harus terus melanjutkan dengan sekulerisasi. Universitas khusus perempuan akan membawa kita ke belakang, bukan ke depan," ujarnya.

Sekulerisme atau pemisahan negara dan agama - telah menjadi salah satu prinsip dasar Turki sejak negara ini didirikan tahun 1923. Akibatnya, sejauh ini tidak pernah ada universitas dengan pemisahan gender.

Kemal Mustafa Ataturk, pendiri Turki modern, menganggap pemisahan negara dan agama sebagai salah satu dari "enam pilar negara Turki."

Hingga hari ini kebanyakan orang di Turki sangat percaya pada prinsip sekularisme. Karena itulah pemisahan gender dalam lembaga pendidikan dipandang sangat kritis. Lagipula, banyak orang Turki akan melihat pemisahan gender tersebut sebagai pelanggaran atas prinsip sekulerisme.

Prinsip kesetaraan juga ditetapkan dalam hukum. Sebuah pasal dalam "Hukum Dasar Pendidikan Nasional," yang disahkan pada 1973, dengan sederhana mengatakan: "Sebuah pendidikan di mana kedua jenis kelamin berpartisipasi bersama adalah baik."

ae/hp

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved