Rabu, 22 April 2026

Boeing merugi Rp68 triliun karena larangan terbang 737 Max

Boeing diwajibkan membayar kompensasi kepada maskapai yang terpaksa membatalkan penerbangan.

Bagaimanapun, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (18/07), sekretaris transportasi AS tampak kurang yakin bahwa pesawat itu akan diizinkan terbang lagi tahun ini.

Elaine L Chao menyebut otoritas penerbangan AS (FAA), "akan mengikuti proses menyeluruh, daripada mengikuti jadwal yang ditentukan ... FAA akan mencabut perintah larangan pesawat ketika dianggap aman untuk melakukannya."

Dia tidak merujuk langsung pada pernyataan Boeing.

Pesawat Boeing 737 Max milik Southwest Airlines yang dilarang terbang, terparkir di Southern California Logistics Airport
AFP
Pesawat Boeing 737 Max milik Southwest Airlines yang dilarang terbang, terparkir di Southern California Logistics Airport

Analis menyadari bahwa Boeing menghadapi biaya keuangan tinggi setelah dua kecelakaan dan telah menunggu kepastian.

Harga saham Boeing di Wall Street naik 2% setelah pengumuman ini, tanda bahwa investor merasa nyaman dengan larangan terbang.

April lalu, Boeing menunda pembelian kembali sahamnya. Produsen pesawat itu mengatakan mereka menurunkan produksi karena larangan terbang 737 Max di seluruh dunia telah membuatnya dikenai biaya tambahan US$1 miliar, atau sekitar Rp13,9 triliun.

Pada Kamis (18/07), Southwest Airlines, maskapai yang menggunakan 737 Max paling banyak, bergabung dengan maskapai-maskapai lain membatalkan penerbangan hingga awal Novmber.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved