Trump bertemu dengan tokoh Muslim Uighur dan Rohingya, China protes
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gadung Putih menerima kelompok minoritas dan korban persekusi agama dari berbagai negara di dunia,
Turut hadir juga dalam pertemuan itu utusan dari Muslim Rohingya dari Myanmar, demikian menurut Gedung Putih.
Pada hari Selasa (16/07), Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengumumkan sanksi terhadap Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Min Aung Hlaing dan pemimpin lainnya yang dianggap bertanggungjawab terhadap pembunuhan ekstra yudisial terhadap Muslim Rohingya di tahun 2017, serta melarang mereka masuk ke Amerika Serikat.
Pihak yang juga hadir dalam pertemuan itu adalah korban persekusi agama dari negara-negara lain seperti pemeluk Kristen di Myanmar, Vietnam, Korea Utara, Iran, Turki, Kuba, Eritrea, Nigeria, dan Sudan; Pemeluk Islam di Afghanistan, Sudan, Pakistan dan New Zealand; pemeluk Yahudi di Yemen dan Jerman; pemeluk ajaran Cao Dai di Vietnam; serta pemeluk Yazidi dari Irak.
Pertemuan ini diselenggarakan di tengah kontroversi pernyataan Trump yang disebut rasis setelah ia mengkritik para politisi "untuk pulang ke negara asal". Pernyataan ini diarahkan kepada empat anggota kongres Amerika non kulit puith yang adalah warga negara Amerika Serikat.