Jumat, 5 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Selat Hormuz Ditutup Lagi, IRGC Sebut AS Lakukan Pembajakan dengan Dalih Blokade

IRGC menyatakan Selat Hormuz kembali dikendalikan ketat setelah menuduh AS terus melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • IRGC menyatakan Selat Hormuz kembali dikendalikan ketat setelah menuduh AS terus melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
  • Pernyataan ini dikeluarkan setelah klaim sebelumnya dari Abbas Araghchi yang menyebut selat tersebut telah dibuka untuk kapal komersial.
  • Di tengah ketegangan, negosiasi Iran-AS belum mencapai kesepakatan baru, dengan kedua pihak masih berselisih soal tuntutan dan kerangka pembicaraan.


TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa kendali atas Selat Hormuz kembali ke kondisi semula akibat blokade berkelanjutan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat.

Mengutip Al Jazeera, komando militer gabungan IRGC menyatakan bahwa AS terus melakukan tindakan pembajakan dan pencurian maritim dengan dalih blokade.

"Karena alasan ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi semula, dan jalur air strategis ini kini berada di bawah manajemen serta pengawasan ketat angkatan bersenjata," kata pernyataan IRGC yang dikutip stasiun televisi Iran IRIB, Sabtu (18/4/2026).

"Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan navigasi penuh bagi kapal-kapal yang berlayar dari Iran ke tujuan mereka dan kembali, status Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat dan berada dalam kondisi semula," tambahnya.

Komando Angkatan Laut IRGC juga menegaskan kembali status Selat Hormuz.

“Selama pergerakan kapal dari dan ke Iran masih terancam, status Selat Hormuz akan tetap seperti sebelumnya,” demikian pernyataan komando angkatan laut di X yang turut dibagikan oleh media Iran.

“Setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat akan mendapat tanggapan yang sesuai.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa selat tersebut sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial, sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon dan melalui rute terkoordinasi yang telah diumumkan.

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulisnya di X, Jumat (17/4/2026).

Presiden AS Donald Trump awalnya menyambut baik pembukaan selat tersebut.

Baca juga: Media Pemerintah Iran Kecam Cuitan Araghchi soal Selat Hormuz, Dinilai Membuat Trump Merasa Menang

Namun, dalam unggahan lain di Truth Social, Trump menegaskan bahwa blokade AS akan tetap berlaku hingga Iran mencapai kesepakatan dengan AS, termasuk terkait program nuklirnya.

Trump juga mengatakan kepada wartawan bahwa negosiasi terkait konflik dengan Iran akan berlanjut hingga akhir pekan.

Ia menambahkan bahwa gencatan senjata dengan Iran, yang berakhir pada Rabu (22/4/2026), kemungkinan tidak akan diperpanjang.

Pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran 

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menilai Trump terlalu banyak berbicara.

Menanggapi pernyataan Trump yang mengancam akan melanjutkan serangan jika tidak ada kesepakatan hingga Rabu, Khatibzadeh menyebut pernyataan tersebut kontradiktif.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved