Senin, 4 Mei 2026

Fortnite World Cup: Piala dunia video gim terbesar dengan hadiah puluhan miliar rupiah

Pemenangnya bakal mendapatkan hadiah uang lebih banyak dari yang diterima Simona Halep dan Novak Djokovic saat memenangkan kejuaraan Wimbledon

Tayang:

javascript:void(0)

Puluhan ribu penggemar akan memadati Arthur Ashe Stadium – yang biasanya dipakai untuk turnamen tenis AS Terbuka – jutaan lainnya diperkirakan akan menonton lewat internet untuk memberikan semangat kepada para bintang gim tembak-tembakan yang sangat populer ini.

Acara ini juga menandai peringatan dua tahun sejak peluncuran gim ini.

Fortnite menerapkan sistem battle royale, yang berarti semua pemain di dalamnya adalah musuh. Ia melibatkan 100 pemain yang dijatuhkan di sebuah pulau tempat mereka harus menemukan senjata, mendirikan bangunan, dan membinasakan yang lain, sampai akhirnya hanya satu pemain yang ada di posisi teratas.

Fortnite di TwitchCon 2018.
Getty Images
Kerumunan penggemar menonton kompetisi Fortnite di TwitchCon 2018.

Klimaks dari babak final akan melahirkan Juara Dunia pertama untuk gim ini, dan kesempatannya terbuka lebar dengan 30 pemain dipandang berpeluang untuk menang.

Turner Tenney, 22 tahun, bakal menarik perhatian. Dikenal di dunia maya dengan nama Tfue, ia diikuti lebih dari 11 juta orang di YouTube dan 6,6 juta orang di situs streaming game Twitch.

Namun demikian, persaingan untuk mencapai final sangatlah ketat. Pemain selebriti Fortnite terpopuler, Ninja, tidak lolos. Juga tidak terdapat finalis perempuan, dengan mayoritasnya adalah anak laki-laki di bawah umur 16 tahun.

Selain menentukan juara perseorangan, pada akhir pekan ini juga akan digelar kompetisi pasangan yang tak kalah ketatnya. Lima puluh tim beranggotakan dua orang akan berjuang untuk mengalahkan yang lainnya, dan sang pemenang akan mendapatkan US$3 juta atau Rp41 miliar untuk dibagi dua.

Benjy Fish adalah satu dari 18 pemain yang berkompetisi di kejuaraan solo dan duet.

Pasangan duetnya, Martin Foss Anderson, dengan nama main MrSavage, akan menjadi saingannya pada hari Minggu karena keduanya ikut dalam nomor perseorangan. Anak berumur 14 tahun dari Norwegia ini memilki tim pribadi yang tediri dari koordinator media sosial, manajer, dan pelatih fisik dan mental.

javascript:void(0)

Dia mengatakan dirinya tidak gugup karena sudah terbiasa melakukan streaming pertandingannya di depan penonton dalam jumlah besar.

"Menjadi Juara Dunia akan sangat menggembirakan. Karena itulah saya bermain secara kompetitif, untuk menang," imbuh remaja itu.

Turnamen ini adalah bagian dari usaha Epic Games, perusahaan di belakang Fortnite, untuk masuk ke industri e-sports yang sedang tumbuh pesat.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved