Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya di Dunia, Profil hingga Tips Sukses Berbisnis

Pengusaha asal Amerika, Jeff Bezos ditetapkan sebagai orang terkaya di dunia. Total kekayaannya mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS.

Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya di Dunia, Profil hingga Tips Sukses Berbisnis
Cliff Owen/AP/REX/Shutterstock
Jeff Bezos 

Melalui Kindle Paperwhite, Amazon memberi kenyamanan dan kemudahan bagi pembaca elektronik dengan layar yang menyala.

Jeff Bezos juga menghadirkan Amazon Studios.

Baca: Rumah Pemenangannya di Ambon Dikabarkan Terbakar, Jeffry Waworuntu Ungkap Faktanya

Amazon juga berencana untuk menghadirkan program televisi melalui layanan video online.

Hingga pada 5 Agustus 2013, Jeff Bezos membeli The Wangshington Post yang kemudian menjadi The Wangshington Post Co dengan harga 250 juta dollar.

Selain itu, Jeff Bezos berinisiatif membuat sebuah eksperimen AmazonPrime Air.

Sebelumnya, Jeff Bezos juga mendirikan perusahaan dirgantara bernama Blue Origin pada tahun 2004 yang bertujuan untuk mengembangkan teknologi baru di luar angkasa.

Pada 24 November 2015, Blue Origin berhasil mengirim roket ke ruang suborbital.

Jeff Bezos juga berinvestasi di layanan kesehatan seperti Unity Biotechnology, Grail, Juno Therapeutics dan ZocDoc. 

Pada 30 Januari 2018, perusahaan milik Jeff Bezos mengumumkan akan membangun sebuah perusahaan kesehatan.

4. Kehidupan keluarga

Pada tahun 1993, Jeff Bezos menikah dengan MacKenzie Tuttle.

Mereka bertemu saat bekerja di perusahaan investasi D.E. Shaw.

Jeff Bezos dan istrinya, MacKenzie Bezos memiliki empat anak. 

CEO Amazon Jeff Bezos dan MacKenzie
CEO Amazon Jeff Bezos dan MacKenzie (EURWEB)

Terdiri atas tiga putra dan satu putri yang merupakan anak adopsi dari Cina.

Namun, pada tanggal 9 Januari 2019, Jeff Bezos dan MacKenzie mengumumkan bahwa mereka bercerai.

Jeff Bezos dikabarkan berkencan dengan Lauren Sanches, mantan pembawa cara dan pilot helikopter. 

5. Tips Sukses ala Jeff Bezos

Jess Bezos memberikan bocoran tentang tipe orang yang sukses dalam bisnisnya. 

Di antaranya adalah orang yang mau mengambil risiko dan mengubah pola pikir. 

Ambil risiko

Jika Anda ingin sukses dalam berbisnis, Anda juga harus mau mengambil risiko.

Meski akhirnya risiko itu menciptakan kegagalan.

"Anda harus menerima ide bisnis yang mungkin tidak berhasil. Anggap itu sebuah eksperimen gagal. Tentu saja, kegagalan itu tak jadi masalah," kata Bezos seperti dikutip dari Kompas.com. 

Memang, Bezos dikenal sebagai pebisnis yang berani mengambil langkah.

Tahun 2005, Bezos meluncurkan Amazon Prime dengan biaya 79 dollar AS per tahun.

Orang-orang bersikap skeptis terhadapnya dan menganggap ia tak akan mendapat pelanggan dengan biaya sebesar itu.

Rupanya, pada April 2018 layanan ini memiliki 100 juta pelanggan di seluruh dunia.

Baca: Bos Amazon Jeff Bezos Mengaku Jadi Korban Pemerasan Modusnya, Sebarkan Foto Intim

Meski Amazon Prime disambut baik oleh pelanggannya, Bezos seringkali mengalami kegagalan.

Penutupan restoran Amazon pada 24 Juni dan kemerosotan kios pop-up Amazon baru-baru ini merupakan kegagalan yang pernah dialaminya.

Menurut Bezos, ukuran risiko dan kegagalan perlu tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya perusahaan.

"Kita perlu kegagalan besar jika kita akan menggerakkan perusahaan, yakni kegagalan dalam skala miliaran dolar. Jika tidak, kita tak akan cukup kuat," ungkap dia.

Ubah Pola Pikir

Bezos telah belajar berinteraksi dengan orang yang paling berpengaruh di dunia.

Dari situ, ia dapat menyimpulkan orang-orang yang biasanya memperbaiki keadaan adalah mereka yang paling banyak mendengarkan dan paling sering berubah pikiran.

“Mereka memiliki kumpulan data yang sama dengan yang dimiliki di awal, tetapi mereka terus menganalisanya sepanjang waktu hingga akhirnya sampai pada kesimpulan baru dan berubah pikiran," kata Bezos.

Bahkan, kata Bezos, orang-orang yang sukses dalam bisnis adalah orang yang mengenali keyakinan atau visi yang mereka pegang dan mencari bukti yang membuat mereka tidak yakin.

 "Orang-orang yang menang biasanya telah bekerja keras untuk mengenali keyakinan yang mereka pegang dan secara aktif mencoba mencari bukti yang membuat mereka tidak yakin”, kata Bezos.

(Tribunnews.com/Daryono)/(TribunnewsWiki/Afitria Cika/Fika Nurul Ulya)

Penulis: Daryono
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved