BBC

Kapal tanker minyak Iran yang disita berlayar dari Gibraltar

Kapal itu berlayar ke Mediterania setelah Gibraltar menolak permintaan AS untuk menyitanya kembali.

Departemen Kehakiman AS kemudian mengajukan permintaan penahanan kapal dengan alasan ada kaitan antara kapal tersebut dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, yang ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Gibraltar, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, mengatakan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena Korps Pengawal Revolusi tidak dipandang sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa (UE). Wilayah Inggris itu saat ini masih menjadi bagian dari Uni Eropa.

Gibraltar juga menyatakan bahwa sanksi AS yang mencegah ekspor minyak dari Iran tidak dapat diterapkan oleh UE, mencerminkan apa yang disebutnya "posisi dan rezim hukum yang sangat berbeda di AS dan UE".

Washington belum memberikan tanggapan.

Duta Besar Iran untuk Inggris, Hamid Baeidinejad, mengirim twit pada hari Minggu yang mengatakan bahwa dua tim spesialis teknik sedang dalam perjalanan ke Gibraltar.

Sementara kapal Stena Impero, yang direbut oleh Pengawal Revolusi pada 19 Juli, masih berada di tangan Iran.

Sejak itu Inggris mengumumkan akan bergabung dengan satuan tugas yang dipimpin AS untuk melindungi kapal-kapal dagang yang bepergian melalui rute pengiriman utama di Selat Hormuz.

Penjaga Iran berpatroli di Stena Impero yang berlabuh di pelabuhan Bandar Abbas.
Getty Images
Stena Impero yang berbendera Inggris disita oleh Iran pada 22 Juli.

Ketegangan antara Iran dan Barat dapat ditelusuri ke kemunculan krisis lain — terkait program nuklir Iran.

Tahun lalu, Washington menarik diri dari kesepakatan yang dibuat pada tahun 2015 untuk membatasi aktivitas nuklir Iran, di tengah kecurigaan bahwa Teheran masih berusaha mengembangkan senjata nuklir, tudingan yang selalu dibantah Iran.

Sejak itu, ketegangan AS-Iran meningkat setelah Washington memberlakukan – dan kemudian memperketat – sanksi-sanksi terhadap negara tersebut.

Inggris dan negara-negara Eropa lainnya menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan tersebut.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved