Jack Ma: Alibaba memulai babak baru setelah hengkangnya sang pendiri
Pengusaha China, Jack Ma, membawa Alibaba menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.
Pemimpin Alibaba, Jack Ma, mundur dari perusahaan yang didirikannya pada Selasa (10/09) kemarin, momen yang menandai berakhirnya sebuah era pada perusahaan tersebut.
Ia mendirikan Alibaba pada tahun 1999 dan sejak itu perusahaannya menjelma menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.
Keberhasilan dan gayanya yang penuh semangat membuat Jack menjadi salah satu pengusaha asal China yang paling terkenal.
Daniel Zhang, yang menjabat sebagai direktur utama, menggantikannya sebagai presiden direktur.
- Jack Ma, salah satu orang terkaya Cina itu, mundur dari Alibaba
- Lima hal tentang Jack Ma, anak keluarga miskin yang menjadi salah satu orang terkaya Cina
- Jack Ma membela usulan 'bekerja 12 jam sehari, 6 hari seminggu'
Perusahaan tersebut kini bernilai US$480 miliar (sekitar Rp6.750 triliun), di mana Jack menjadi pria terkaya di China dengan kekayaan senilai US$38,6 miliar (sekitar Rp542 triliun) menurut majalah Forbes.
Ia juga menjadi pendiri pertama di antara generasi pengusaha internet terkemuka di China yang mundur dari perusahan yang dibangunnya.
"Saya rasa akan sangat sulit menggantikan sosok seperti Jack Ma," ungkap Rebecca Fannin, penulis buku tentang raksasa teknologi China.
"Ia tidak ada duanya. Ia adalah Steve Jobs-nya China."
Siapa Jack Ma?
Lahir di tengah keluarga miskin di timur Hangzhou, Jack memulai karirnya sebagai seorang guru.
Ia membeli komputer pertamanya saat berusia 33 tahun dan terkejut saat tak ada merek bir China yang muncul saat ia mencoba mencari kata "beer" pada mesin mencari online.
Tanpa latar belakang ilmu komputer, Jack mendirikan Alibaba di apartemennya, setelah meyakinkan sejumlah temannya untuk berinvestasi pada usaha pasar online (marketplace) ciptaannya.
Itu bukan kali pertamanya mencoba untuk mendirikan sebuah perusahaan start-up.
"Alibaba adalah upaya ketiganya di perusahaan, ia pernah dua kali mencoba sebelumnya," ungkap Duncan Clark yang telah menulis buku tentang Jack dan juga merupakan kepala konsultan investasi BDA China.
"Ia cukup awal melihat potensi menjanjikan internet, namun butuh waktu lama baginya untuk memiliki 'kendaraan' yang diperlukan."