Kamis, 30 April 2026

Kelompok Penipu Menyasar Kaum Lansia di Jepang Ditangkap

Hiroki Nishiya (44), orang nomor dua dari kelompok penipu dari China ditangkap polisi Jepang, Kamis (19/9/2019).

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Foto Kepolisian Nasional Jepang
Manual kelompok penipu yang disita kepolisian Jepang. 

Masalahnya adalah nomor telepon yang diberikan adalah nomor palsu bukan nomor asosiasi.

Karena percaya dengan "kebaikan" sang penelepon, si nenek menelepon nomor yang diberikan itu.

Gedung bertingkat markas kelompok penipu Jepang kerja sama dengan orang China di Kota Yanji Perfektur Yanbian Provinsi  Jilin yang ada di sebelah timur laut China.
Gedung bertingkat markas kelompok penipu Jepang kerja sama dengan orang China di Kota Yanji Perfektur Yanbian Provinsi Jilin yang ada di sebelah timur laut China. (Foto Asahi)

Telepon itu kemudian dijawab oleh penipu yang pura-pura sebagai petugas Asosiasi Perbankan Jepang.

Di sinilah sang nenek disarankan bukan hanya mengganti kartu kreditnya tetapi juga kartu cash.

"Nanti petugas kami dari Asosiasi Perbankan Jepang akan datang dan mengambil kartu ibu. Tolong beritahu nomor PIN nya juga supaya bisa kami ganti dengan yang baru langsung diserahkan kepada ibu," ujar petugas gadungan tersebut.

Percaya sebagai petugas Asosiasi Perbankan Jepang, sang nenek memberikan nomor PIN miliknya.

Baca: Curiga Istrinya Selingkuh, Seorang Pria Tebas Dokter di Puskesmas Abiansemal

Baca: Jalan Bareng Si Kecil Pilih Villa, Hotel, atau Apartemen?

Tak lama setelah telepon ditutup hanya dalam kurun waktu 10 menit penipu sudah datang dan mengambil kartu nenek tersebut.

"Dalam hal tersebut sang nenek mungkin akan sulit minta nasihat dengan keluarga lain atau temannya karena penipu cepat datang ke rumahnya dan mengambil kartu bank dan kartu tunai sang nenek," ungkap sumber Tribunnews.com.

Setelah kartu kredit bank dan kartu ATM bank tunai diserahkan kepada penipu, semua uang dikuras penipu dalam waktu cepat karena penipu memiliki PIN kartu tersebut.

Cara Antisipasi

"Pertama jangan percaya dengan nomor telepon yang diberikan. Cek sendiri nomor telepon Asosiasi Perbankan Jepang dan telepon ke nomor itu. Dari ssitu akan terbongkar telepon tadi adalah palsu," jelasnya.

Selain itu nomor telepon biasanya muncul, kalau tak dikenal jangan diangkat.

Struktur kelompok penipu dengan orang nomor dua Hiroki Nishiya (44) yang ditangkap polisi, Kamis (19/9/2019).
Struktur kelompok penipu dengan orang nomor dua Hiroki Nishiya (44) yang ditangkap polisi, Kamis (19/9/2019). (Foto Asahi)

Apabila diangkat lalu terasa mencurigakan cek dulu dengan pihak berwajib polisi atau minta nasihat teman, saudara dan keluarga.

"Hal ketiga adalah jangan pernah memberikan nomor PIN kepada siapa pun juga, ini sangat mendasar," kata sumber Tribunnews.

Penipuan dilakukan dengan telepon internet dari China dan jaringan penipu ada pula di Jepang sudah siap di dekat rumah sang nenek (korban), sehingga cepat bergerak mengambil kartu korban.

"Penipuan ini bisa terjadi di mana pun di dunia dengan telepon internet yang murah dan gratis, bahkan dari luar negara kita. Lalu jaringan penipu sudah siap pula di dekat rumah korban. Jadi hati-hatilah selalu dengan penipuan yang sangat profesional akhir-akhir ini," tambahnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved