Sabtu, 11 April 2026

Kelompok Penipu Menyasar Kaum Lansia di Jepang Ditangkap

Hiroki Nishiya (44), orang nomor dua dari kelompok penipu dari China ditangkap polisi Jepang, Kamis (19/9/2019).

Editor: Dewi Agustina
Foto Kepolisian Nasional Jepang
Manual kelompok penipu yang disita kepolisian Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hiroki Nishiya (44), orang nomor dua dari kelompok penipu dari China ditangkap polisi Jepang, Kamis (19/9/2019).

"Nishiya adalah orang nomor dua. Bosnya adalah orang China dan markasnya di Kota Yanji Perfektur Yanbian Provinsi Jilin yang ada di sebelah timur laut China," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (20/9/2019).

Kelompok penipu tersebut tercatat memiliki 190 kasus penipuan di Jepang.

Salah satunya terhadap seorang nenek usia 70 tahunan yang berhasil mengambil tiga kartu bank tunai dengan caranya yang sangat profesional.

Sang nenek mengalami kerugian 180 juta yen akibat uangnya dikuras kelompok penipu tersebut.

Modus Penipuan

Kelompok ini punya bos China yang disebut Karisma.

Wakilnya adalah Nishiya dan ada satu orang lain sebagai perekrut calon penipu lainnya yang akan mengumpulkan sedikitnya 50 orang penipu.

Manual kelompok penipu yang disita kepolisian Jepang.
Manual kelompok penipu yang disita kepolisian Jepang. (Foto Kepolisian Nasional Jepang)

Mereka punya buku manual yang menuliskan lengkap cara-cara menipu dengan sangat halus sehingga korbannya tak merasa telah ditipu.

Kelompok penipu profesional tersebut punya data para lansia di Jepang lengkap dengan alamatnya.

Setelah mengintip salah satu target korban, mereka mengintai kegiatan sang lansia misalnya pergi ke departemen store ABC dan belanja di sana.

Baca: Catat, Dalam RKUHP, Pasangan Kumpul Kebo Bisa Dipidana Atas Aduan Kepala Desa

Baca: Panji Petualang Tanggapi Penemuan Ular Berkaki di Lokasi Karhutla Riau

Sepulang belanja beberapa lama kemudian penipu menelepon sang nenek mengaku petugas departemen store ABC.

"Ibu belanja pakai kartu kredit ya? Tetapi tampaknya ada yang menyalahgunakan kartu kredit itu. Baiknya ibu telepon Asosiasi Perbankan Jepang nomor sekian sekian," ungkap sang penipu.

Nenek tersebut percaya karena asosiasi perbankan Jepang sangat dipercaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved