Kuburan Khusus untuk Kalangan Wanita Kian Populer di Jepang

Di Jepang, kuburan berupa abu jenazah dari kalangan wanita kian populer saat ini.

Kuburan Khusus untuk Kalangan Wanita Kian Populer di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kuburan khusus untuk wanita di Kashiwa Chiba Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Di Jepang, kuburan berupa abu jenazah dari kalangan wanita kian populer saat ini.

Sebuah kuburan wanita di Kuil Daikoji di Kota Saga Jepang menjualnya dengan harga biaya abadi 294.000 yen, ditambah biaya pemakaman.

Total biaya yang dikeluarkan sekitar hampir 400.000 yen.

Tahun lalu Shinjuku Genkoin Hakuren Hana-do (Shibuya-ku, Tokyo) menjual 100 bagian kuburan khusus wanita, tetapi ternyata kemudian 90 persen di antaranya dibeli oleh anak-anak dan mantan suami.

"Makam seorang wanita pernah dimulai di Kuil Jojakkuji di Sagaogurayama Oguracho, Ukyo-ku, Kyoto, dibangun oleh wanita dari banyak generasi yang terbunuh dalam pertempuran," ungkap Prof Yoko Nagae, profesor Universitas Seitoku, jurusan Masyarakat Budaya Pemakaman Jepang.

Baca: Seruan Unjuk Rasa di Gedung Sate Hari Ini Disebar di Medsos, Polisi Belum Terima Surat Pemberitahuan

Menurut Prof Yoko Nagae, munculnya kuburan wanita itu dari koneksi horisontal, seperti kuburan bersama yang kemudian generasi perempuan lajang dimulai dengan keinginan di pemakaman khusus.

"Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa bidang perempuan dari kuburan dan osuarium biasa telah meningkat. Individu memiliki kebutuhan tertentu, dan penjual kuburan telah menyiapkan pilihan. Ada juga kondominium kuburan yang hidup bersama, dan tidak aneh untuk berpikir bahwa itu adalah perpanjangan dari saat terakhir," kata Prof Yoko Nagae.

Kuburan khusus untuk wanita di Kashiwa Chiba Jepang
Kuburan khusus untuk wanita di Kashiwa Chiba Jepang (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Selama ini rumah tangga digunakan untuk memanen dan memberi makan, namun sekarang sering diberikan prioritas untuk menyederhanakan pemakaman dan tidak membebani anak-anak.

"Kuburan adalah tempat bagi orang yang hidup untuk menyembuhkan kesedihan mereka dan untuk berpikir tentang kehidupan. Untuk bepergian, beberapa orang perlu membantu mereka. Tidak hanya tidak mengganggu orang lain, tetapi juga untuk menyampaikan pentingnya kehidupan bagi mereka yang masih tinggal. Jangan lupa," ujarnya.

Baca: Atta Halilintar Tempuh Jalur Hukum Hadapi Tudingan Bebby Fey

Kuburan khusus untuk wanita di Jepang sebenarnya sudah mulai sejak 29 tahun lalu (1990) yang digerakkan oleh kelompok Onna no ishibumi no kai.

Mereka mulai membangun gerakan independen, lepas dari suami, ingin bebas di akhir hayat dengan membentuk kuburan khusus bagi wanita di Kuil Jojakkuji Kyoto tersebut.

Pada umumnya kuburan untuk wanita saja karena sang wanita membenci suami, tidak suka pada lelaki, termasuk anaknya yang lelaki sehingga merasa terganggu (sampai akhir hayat sekali pun) apabila dikubur bersama-sama suami atau lelaki.

Baca: Kejayaan Presiden Xi Jinping di Perayaan 70 Tahun Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok

Pola pikir budaya Jepang Shinto yang percaya reinkarnasi kemungkinan memiliki kepercayaan hidup kembali menjadi sesuatu di tempat sesama wanita akan terasa lebih nyaman, sehingga meninggal pun ingin dikelompokkan jadi satu bersama-sama wanita lainnya.

Beraneka ragam pemikiran dari kalangan wanita Jepang.

Namun satu yang pasti, tidak ada kuburan khusus untuk kalangan pria saja di Jepang. Yang ada hanyalah kuburan bagi wanita di Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved