Iran Vs Amerika Memanas
Selat Hormuz Lumpuh Total, Tak Ada Kapal yang Melintas hingga Balik Arah, AS Salahkan Iran
Pengumuman blokade oleh Donald Trump membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz mendadak terhenti, memicu ketegangan baru.
Ringkasan Berita:
- Blokade AS terhadap pelabuhan Iran membuat pengiriman di Selat Hormuz terhenti total.
- Kapal-kapal berbalik arah di tengah jalur akibat meningkatnya risiko keamanan dan operasi militer.
- Upaya damai AS–Iran di Islamabad gagal, meski sedang berlangsung gencatan senjata dua minggu.
TRIBUNNEWS.COM - Pengiriman melalui Selat Hormuz dilaporkan berhenti total setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Trump menyebut blokade terhadap Selat Hormuz mulai berlaku pukul 14.00 GMT pada hari Senin (13/4/2026).
Menurut laporan intelijen maritim berbasis di London, Lloyd’s List, lalu lintas kapal yang sebelumnya sudah beroperasi dalam kapasitas terbatas langsung lumpuh.
Sejumlah kapal bahkan dilaporkan berbalik arah saat berada di jalur strategis tersebut.
Situasi ini terjadi seiring meningkatnya operasi militer AS, mengutip Anadolu Agency, Senin (13/4/2026).
Termasuk upaya pembersihan ranjau laut, serta tuduhan Washington, Iran tidak memenuhi komitmennya untuk membuka kembali jalur perairan internasional.
Blokade ini diumumkan tak lama setelah pembicaraan langsung antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026), lalu gagal mencapai kesepakatan.
Baca juga: Pembicaraan AS dan Iran Gagal, Kini Trump Tak Peduli Teheran Mau Kembali Negosiasi atau Tidak
Padahal, perundingan tersebut digelar di tengah gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan sejak Selasa.
Ketegangan yang kembali meningkat ini memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia.
Inggris Tak Dukung Blokade Pelabuhan Iran
Inggris tidak mendukung blokade pelabuhan Iran, yang dilakukan oleh pihak AS.
PM Inggris Keir Starmer mengatakan Inggris "tidak mendukung blokade" pelabuhan Iran.
Dia mengatakan tanggapan Inggris difokuskan untuk membuka Selat Hormuz.
"Karena itulah cara kita menurunkan harga energi secepat mungkin," ujarnya, mengutip BBC.
Ditanya apakah dia menganggap Presiden AS Donald Trump secara pribadi bertanggung jawab atas dampak pada tagihan energi Inggris, Starmer tidak menjawab secara langsung.
Dia mengatakan yang paling penting yang bisa dia lakukan adalah menyatukan negara-negara untuk menyerukan de-eskalasi dan untuk pembukaan Selat Hormuz.
Starmer juga mengatakan Inggris tidak terseret ke dalam perang.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)