Iran Vs Amerika Memanas
Hari ke-45 Perang Iran: Trump Blokade Iran, IRGC Meradang: Militer AS Bakal Terjebak di Pusaran Maut
AS mulai blokade Selat Hormuz di hari ke-45 perang Iran. IRGC mengancam balasan, konflik melebar hingga Lebanon.
Ringkasan Berita:
- Militer AS resmi menutup akses Selat Hormuz bagi seluruh kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.
- Perundingan damai antara AS dan Iran berakhir buntu tanpa kesepakatan pada akhir pekan lalu.
- Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa pasukan Amerika akan terjebak dalam "pusaran maut" jika nekat melakukan provokasi militer.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki hari ke-45, Senin (13/4/2026) dengan eskalasi tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade terhadap Selat Hormuz.
Militer AS menyatakan akan mulai memblokade seluruh pelabuhan Iran hari ini pada pukul 14.00 GMT.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah global, sehingga setiap gangguan berpotensi berdampak luas.
Langkah ini diumumkan hanya sehari setelah pembicaraan damai AS–Iran di Islamabad runtuh tanpa kesepakatan, meski sebelumnya kedua pihak menyepakati gencatan senjata sementara.
Harga minyak melonjak menembus 100 dolar AS per barel, sementara pasar Asia melemah di tengah kekhawatiran gangguan pasokan global.
Simak rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki hari ke-45, Senin (13/4/2026) berikut:
Di Iran
Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan “ditindak tegas”.
IRGC menegaskan Iran menguasai penuh selat tersebut dan memperingatkan pasukan AS berisiko terjebak dalam “pusaran maut”.
Kepala Angkatan Laut Shahram Irani menyebut ancaman Washington “konyol”, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menuduh AS menggagalkan kesepakatan yang “hampir tercapai” di Islamabad.
Baca juga: Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Cari Untung, Blokade Selat Hormuz jadi Strategi Penjualan Minyak
Ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Iran tidak akan mundur, dan pejabat senior Mohsen Rezaee menyebut rencana AS “akan gagal”.
Di Amerika Serikat
Komando Pusat AS menyatakan angkatan laut akan menghentikan kapal mana pun yang menuju atau berasal dari Iran di Selat Hormuz.
Pelayaran ke pelabuhan non-Iran tidak akan diganggu.
Trump juga mengatakan kapal yang membayar bea masuk ke Iran dapat dicegat di perairan internasional, dan menegaskan tidak memprioritaskan kelanjutan negosiasi.
Di Lebanon
Serangan Israel di Lebanon selatan berlanjut, dengan sedikitnya lima orang tewas menurut otoritas kesehatan.