Pelatihan Tanggap Bencana Bagi Pemagang Indonesia Diselenggarakan Kepolisian Jepang

Para pemagang bidang perikanan dari Indonesia mendapatkan pelatihan praktek kerja bagi orang asing yang memperoleh pengetahuan tentang pencegahan benc

Pelatihan Tanggap Bencana Bagi Pemagang Indonesia Diselenggarakan Kepolisian Jepang
Hokkoku Shimbun
Indra Abdul Rahman (30) sedang latihan pencegahan (tanggap) bencana alam yang dimonitor kepolisian Kanazawa Nishi kemarin (1/10/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepolisian Kanazawa-Nishi di Jepang mengadakan pelatihan tanggap bencana untuk pertama kalinya bagi peserta pelatihan Indonesia yang menjadi anggota koperasi perikanan perfektur Kanazawa hari Selasa kemarin (1/10/2019).

"Saya tidak pernah berlatih seperti ini kalau di Indonesia. Dengan pelatihan ini jadi saya bisa melakukan berbagai hal dan mengerti mengantisipasi bencana nantinya. Banyak yang bisa saya pelajari," papar Indra Abdul Rahman (30) yang berpartisipasi dalam acara pelatihan tersebut.

Para pemagang bidang perikanan dari Indonesia mendapatkan pelatihan praktek kerja bagi orang asing yang memperoleh pengetahuan tentang pencegahan bencana.

Peserta pelatihan dievakuasi dari asrama pusat pelatihan di Onocho 4-chome dan memperoleh pengalaman membuat tandu sederhana dan pertolongan pertama.

Menanggapi bencana yang belum pernah dialami di negara asalnya dan berlatihserta bersiap untuk menghadapi keadaan darurat.

Semua pemagang sebanyak 31 orang tinggal di pusat pelatihan berpartisipasi menggunakan waktu istirahat tersebut untuk mengetahui berbagai ilmu pencegahan menghadapi bencana.

Pada pelatihan itu didasarkan pada asumsi bahwa ada gempa berkekuatan 7,2 terjadi, dan para peserta dievakuasi ke Pusat Komunitas Onocho, tempat evakuasi yang ditentukan, dengan bagasi minimum yang diperlukan.

Dalam ceramah di aula publik, petugas mengajarkan bahwa selimut dan dua tongkat akan berfungsi sebagai tandu, dan peserta magang benar-benar mencoba membuat dan mengangkut yang terluka.

Petugas menyarankan berbagai hal melalui penerjemah.

Peserta magang juga mempraktikkan metode hemostasis mengantisipasi luka dengan band segitiga sebagai pasangan dan pegangan agar kuat.

Ketika petugas menemukan seseorang yang tidak sadar, dia menjelaskan bahwa penting untuk menyadarkan kembali resusitasi kardiopulmoner segera, dan mengajari mereka cara menekan dada dan pernapasan buatan menggunakan boneka.

Menurut ringkasan prefektur, jumlah trainee praktek kerja asing di prefektur ada sebanyak 5247 orang, meningkat 26,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya pada akhir Desember tahun lalu.

"Hal tersebut menandai angka yang tertinggi selama lima tahun berturut-turut," ungkap sumber Tribunnews.com di pemda Kanazawa.

"Polisi merencanakan pelatihan karena ada kekhawatiran bahwa para warga asing tersbeut bisa menjadi rentan terhadap bencana, karena tidak mengetahui lokasi evakuasi," ungkap Direktur Takashi Kakuyama dari kepolisian Kanazawa-Nishi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved