Otoritas Jepang Gagalkan Penyelundupan 177 Kg Kokain

Otoritas Jepang berhasil menggagalkan penyelundupan 177 kilogram narkoba yang diselundupkan lewat kapal berbendera Panama bulan Agustus 2019.

Otoritas Jepang Gagalkan Penyelundupan 177 Kg Kokain
Foto Kepolisian Jepang
Barang bukti 177 kilogram narkoba disita kepolisian Jepang dari sebuah kapal berbendera Panama. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Otoritas Jepang berhasil menggagalkan penyelundupan 177 kilogram narkoba yang diselundupkan lewat kapal berbendera Panama bulan Agustus 2019.

"Insiden penyelundupan narkoba terbesar dimana jumlah kokain ditemukan di dasar kapal kargo besar yang memasuki Kota Toyohashi, Perfektur Aichi," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (3/10/2019).

Kapal berbendera Panama itu telah melewati berbagai bagian dunia seperti Amerika Tengah dan Eropa selama sekitar setengah tahun.

Petugas Bea Cukai dan otoritas lainnya sedang menyelidiki bahwa ada kecurigaan organisasi penyelundupan telah memilih kapal itu untuk melakukan perjalanan keliling negara untuk mempersulit mengidentifikasi di mana kokain dimuat.

Baca: Pelaku Pemerkosaan dan Pembakar Janda di OKI Divonis Hukuman Mati

Pada bulan Agustus, sebuah kapal kargo besar yang terdaftar di Panama, memasuki Pelabuhan Mikawa di Toyohashi, Perfektur Aichi, dan petugas menemukan 177 kilogram kokain dengan harga pasar sekitar 3,5 miliar yen.

Menurut Markas Bea Cukai dan Penjaga Pantai, jumlah kokain yang disita itu adalah yang terbesar yang pernah ada, dan disembunyikan di bagian bawah kapal pada kedalaman sekitar 9 meter yang hanya bisa dimasukkan dari luar kapal.

Barang bukti 177 kilogram narkoba disita kepolisian Jepang dari sebuah kapal berbendera Panama.
Barang bukti 177 kilogram narkoba disita kepolisian Jepang dari sebuah kapal berbendera Panama. (Foto Kepolisian Jepang)

Dalam kejadian ini, kapal kargo telah mengunjungi pelabuhan di tiga tempat, seperti Perfektur Kanagawa dan Shizuoka, melalui pelabuhan di berbagai belahan dunia, seperti Amerika Tengah dan Eropa, setidaknya selama setengah tahun, hingga akhirnya kokain ditemukan.

Selain itu, para kru mengatakan bahwa "Saya tidak tahu tentang kokain" dan tampaknya mereka tidak terlibat dalam insiden tersebut karena tempat persembunyian memang sangat dalam di dasar kapal.

Baca: Atta Halilintar Tolak Mentah-mentah Permintaan Bebby Fey untuk Ucap Maaf, Begini Kata Sunan Kalijaga

Bea cukai dan lainnya sedang menyelidiki bahwa ada kecurigaan bahwa organisasi penyelundupan telah memilih kapal ini untuk berkeliling untuk menyulitkan mengidentifikasi di mana kokain dimuat.

Keterkaitan kalangan yakuza juga diperkirakan mengetahui hal tersebut sehingga penyelidikan juga terkait ke organisasi mafia Jepang itu.

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved