BBC

Apakah aksi militer Turki di Suriah akan membangkitkan ISIS?

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dan al-Qaida berkembang jika terjadi kekacauan, dan serangan Turki merupakan sebuah ancaman

Ya, memang ada kemungkinan ISIS akan muncul kembali dalam bentuk tertentu.

Itulah jawabannya secara singkat. Kelompok jihadis seperti yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dan al-Qaida berkembang jika terjadi kekacauan dan gangguan. Serangan ini merupakan sebuah ancaman bagi kawasan yang memang sudah dikenal sebagai daerah yang bergolak.

Tetapi apa yang terjadi akan bergantung pada kedalaman, lama dan intensitas serangan Turki ke Suriah.

Jihadis ISIS telah kehilangan daerah kekuasaan terakhir 'khilafah' mereka setelah perang Baghuz, Suriah pada bulan Maret tahun ini.

Tetapi ribuan pejuangnya masih hidup dan tidak semuanya berada di dalam penjara.

Kelompok tersebut bersumpah terus berperang, dengan harapan dapat mengalahkan lawannya lewat serangkaian serangan tersembunyi, seperti pemboman yang dinyatakan dilakukannya di Raqqa minggu ini.

Di Suriah timur, yang sebelumnya adalah daerah kekuasaan ISIS, kebangkitan mereka diawasi oleh tentara Pasukan Demokratis Suriah (SDF), yang sebagian besar anggotanya adalah warga Kurdi.

Kurdi bukan hanya hadir secara militer di lapangan dan di perbatasan dengan Turki, tetapi mereka juga melakukan tugas yang tidak seorangpun ingin lakukan: menjaga ribuan pejuang ISIS dan kelompoknya di penjara dan kamp yang penuh sesak.

Tetapi setelah militer Turki memasuki daerah yang dikuasai Kurdi, prioritas Kurdi telah berubah.

Melindungi diri menjadi lebih penting dari pada menjaga tahanan yang tidak diproses hukum, yang negara asal mereka sendiri telah menolak untuk menerima mereka kembali.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved