Rabu, 29 April 2026

Apakah aksi militer Turki di Suriah akan membangkitkan ISIS?

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dan al-Qaida berkembang jika terjadi kekacauan, dan serangan Turki merupakan sebuah ancaman

Tayang:

Kalangan intelijen Inggris semakin mengkhawatirkan kemungkinan para tahanan ini melarikan diri, yang berarti sebagian dari pejuang garis keras akan kembali ke Eropa atau negara asal mereka dan merencanakan serangan sejenis yang telah terjadi di London, Paris, Barcelona dan tempat-tempat lain.

Pihak Barat sebenarnya juga bertanggung jawab atas keadaan ini.

Dari tahun 2014-2019, koalisi pimpinan AS yang terdiri dari 70 negara melakukan operasi militer yang sukses untuk melemahkan dan pada akhirnya menghancurkan khilafah ISIS.

Tetapi Barat gagal merencanakan langkah lanjutannya dengan baik.

Tidak terdapat mekanisme yang dapat diterima dunia dalam mempersekusi sisa-sisa khilafah ISIS yang ditangkap di medan perang. Mereka malahan ditaruh di tempat sesak, sehingga dikecam kelompok hak asasi manusia, tanpa kemungkinan diadili.

Kamp perempuan dipenuhi pendukung ISIS dan mantan anggota Hisbah, penegak moralitas, yang masih menerapkan hukuman keras di dalam tenda kamp, termasuk pencambukan dan membakar tenda orang-orang yang tidak disukai.

Kebanyakan kamp berada di bagian selatan perbatasan yang Turki ingin duduki.

Tetapi pihak Kurdi sudah mengumumkan, bahwa mereka harus memindahkan orang-orang yang sebelumnya menjaga kamp ke arah utara untuk menghadapi operasi Turki.

turki, isis, suriah, as
BBC

Dua anggota ISIS yang paling dicari-cari, El-Shafee Elsheikh dan Alexander Kotay, yang dijuluki "Beatles" dari London, sebelumnya dijaga pengawal Kurdi di Suriah timur laut sejak mereka ditangkap SDF di dekat perbatasan.

Tetapi pada hari Rabu dilaporkan bahwa mereka telah dipindahkan ke penjara AS menunggu sidang di Amerika.

Ini adalah sebuah isyarat bahwa pihak Barat telah mengkhawatirkan risiko yang dihadapi jika para tahanan bebas.

Risiko kemunculan kembali

Pejuang Kurdi di SDF yang paling banyak terlibat dalam perang mengalahkan ISIS.

Kekuatan udara AS, pasukan khusus Barat dan bahkan milisi Muslim Syiah dukungan Iran semuanya berperan juga dalam melucuti khilafah lima tahun yang wilayahnya dari Suriah utara dan Irak tersebut.

Tetapi jika sekarang Kurdi menjadi hanya terpaku pada usaha menghadapi militer Turki dan menangkal serangan udara, maka mereka tidak akan dapat mengatasi ISIS. Sementara pihak Barat enggan menggantikan peran tersebut.

Pejuang SDF pimpinan Kurdi paling banyak terlibat dalam usaha mengalahkan ISIS.
EPA
Pejuang SDF pimpinan Kurdi paling banyak terlibat dalam usaha mengalahkan ISIS.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved