KTT Uni Eropa, Penentuan Brexit Hingga Konflik Suriah
Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di Brussel, Belgia, untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan mereka. Pembahasan seputar…
Sebelum pertemuan KTT UE digelar, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, merasa kecewa karena calon yang didukungnya untuk mengisi salah satu jabatan komisioner Uni Eropa baru-baru ini ditolak oleh Parlemen Eropa. Kandidatnya dikalahkan, dengan terpilihnya Ursula von der Leyen, mantan Menteri Pertahanan Jerman, sebagai presiden Komisi Eropa yang baru.
Keduanya memang berbeda pandangan, karena Macron adalah seorang liberalis, sementara von der leyen adalah seorang konservatif.
Namun bagaimanapun juga, von der Leyen adalah orang terdekat dan dipercaya oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Terkait hal ini, para diplomat UE menolak memberikan komentar.
Manfred Weber, pemimpin blok konservatif di parlemen mengatakan penolakan terhadap Sylvie Goulard, kandidat kuat pilihan Macron, adalah praktek balas dendam.
Von der Leyen akan menggantikan Jean-Claude Juncker sebagai presiden Komisi Eropa pada 1 November mendatang. Namun, juru bicara parlemen Uni Eropa mengatakan pergantian ini akan ditunda satu bulan.
Ekspansi UE ke Timur
Ketika berbicara tentang ekspansi EU ke wilayah Timur, Macron berbeda pandangan dengan pihak-pihak dari negara anggota UE lainnya. Ia menolak keras usulan Merkel yang akan mengajukan perundingan dengan Albania dan Makedonia Utara. Padahal hampir semua negara anggota UE, Komisi Eropa dan Parlemen setuju karena merasa semua syarat telah terpenuhi.
Ini bukan hanya konflik antara Macron dan Merkel, tetapi antara Prancis dan seluruh Uni Eropa.
(pkp/ae) DPA