Jumat, 29 Agustus 2025
Deutsche Welle

KTT Uni Eropa, Penentuan Brexit Hingga Konflik Suriah

Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di Brussel, Belgia, untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan mereka. Pembahasan seputar…

Pertemuan KTT Uni Eropa (UE) yang akan berlangsung pada Kamis (17/10) dan Jumat (18/10), di Brussel akan diwarnai sejumlah pembahasan terkait masalah sosial, politik, hukum, ekonomi hingga ekspansi blok negara.

Keluarnya Inggris dari UE atau biasa disebut Brexit, diprediksi akan menjadi salah satu pembahasan utama.

Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah bertemu pada Rabu (16/10) di Prancis, sehari sebelum pertemuan Uni Eropa digelar. Mereka adalah pemimpin dari dua negara paling penting di UE, untuk membahas seputar kesepakatan penarikan Brexit.

"Ini adalah KTT yang sangat tidak biasa, karena banyak masalah besar yang saat ini belum terselesaikan," kata seorang diplomat Uni Eropa, sebelum dimulainya pertemuan.

"Satu-satunya hal yang pasti adalah bahwa KTT akan dimulai pada Kamis sore."

Berikut beberapa masalah yang akan menjadi pembahasan dalam KTT tahunan Uni Eropa:

Konflik Turki-Suriah

Para pemimpin UE akan membahas langkah-langkah menghadapi Turki, terkait invasi militernya ke Suriah saat melawan pasuan Kurdi beberapa waktu lalu.

Pada hari Senin (14/10), negara-negara EU menyetujui kebijakan untuk menghentikan pengiriman senjata ke Turki.

Dengan tegas, EU mengutuk invasi militer Turki karena telah merusak stabilitas regional dan mengakibatkan warga sipil menderita. Mereka juga mengecam langkah Turki karena dianggap berpotensi membangkitkan kelompok ekstrimis Islamic State (IS).

Namun Presiden Turki, Recep Tayyiyp Erdogan, menanggapi hal itu dengan mengancam membuka pintu bagi para pengungsi ke negara-negara Eropa.

Perubahan iklim

Uni Eropa berambisi untuk terus memerangi perubahan iklim dan beranggapan negara-negara anggota UE memegang peranan penting terhadap masalah ini. Sementara di saat yang sama, Polandia tetap menjadi anggota EU yang masih sangat bergantung pada batu bara sebagai salah satu bentuk bahan bakar fosil paling kotor.

Pada KTT Uni Eropa tahun lalu, empat negara anggota, yakni Polandia, Ceko, Estonia dan Hongaria menolak kesepakatan iklim global yang telah dibuat oleh mayoritas anggota Eni Eropa. Kesepakatan itu adalah target memangkas separuh dari emisi gas rumah kaca hingga tahun 2050 mendatang, salah satunya dengan cara memperbanyak penanaman pohon.

Pada Desember mendatang, masalah ini akan dibahas kembali.

Penandatanganan UE adalah kunci untuk mengatasi masalah suhu global yang terus meningkat, serta mengatasi masalah perubahan iklim.

Hubungan Prancis-Jerman meregang?

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan