Olimpiade 2020

Rute Maraton Olimpiade 2020 Jepang di Sapporo

Rute maraton Olimpiade 2020 di Sapporo Hokkaido akan dimulai dari depan tower televisi Sapporo, kemudian ke Tower Clock Sapporo.

Rute Maraton Olimpiade 2020 Jepang di Sapporo
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Rute Maraton Olimpiade 2020 di Sapporo Jepang dengan temperarur sekitar 4 persen lebih sejuk ketimbang Tokyo diperkirakan tanggal 25 Juli 2020. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Maraton Olimpiade 2020 mendadak diubah ke Sapporo demi kesehatan para atlet karena cuaca di Tokyo sangat panas, lebih panas 4 derajat Celcius ketimbang Sapporo yang diperkirakan mencapai suhu 24 derajat Celcius tanggal 25 Juli 2020 saat Maraton dimulai.

"Perubahan tempat maraton pasti akan mengubah semua kemungkinan untuk jadi pemenang maraton nantinya," kata Makiko Chiba, mantan atlet yang juga komentator olahraga, Kamis (17/10/2019).

Rute maraton Olimpiade 2020 di Sapporo Hokkaido akan dimulai dari depan tower televisi Sapporo, kemudian ke Tower Clock Sapporo, berlanjut ke Universitas Hokkaido dan berakhir di depan Kantor Gubernur Hokkaido di Sapporo nantinya.

Suhu udara di Hokkaido saat dimulai maraton jam 6 pagi diperkirakan 23 derajat celcius saat itu.

Lalu selama perjalanan akan mencapai sekitar 24 derajat Celcius dan tak akan mencapai 25 derajat Celcius.

Tokyo Marathon beberapa tahun lalu di Tokyo Jepang.
Tokyo Marathon beberapa tahun lalu di Tokyo Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Jadi atlet yang tidak tahan panas kemungkinan akan menjadi pemenang di sana. Sedangkan di Tokyo para atlet Jepang umumnya lebih tahan panas sehingga kemungkinan menang cukup besar di Olimpiade 2020," tambah Chiba.

Meskipun demikian menurut sumber Tribunnews, memang ada pula atlet maraton Jepang yang kuat di suhu biasa tidak di suhu panas.

Baca: Tak Kalah Cantik dari Gisella Anastasia, Intip 5 Potret Cantik Dita Fakhrana Mantan Kekasih Wijin

"Mungkin sepertiga atlet maraton Jepang tahan di suhu yang biasa dan dua pertiga tahan di suhu yang panas," ungkapnya.

Bukan hanya berbagai perubahan akan dilakukan besar-besaran, termasuk soal keamanan, volunteer, persiapan infrastruktur, kesiapan tempat tinggal dan sebagainya, tetapi juga akan jadi masalah soal tiket menonton maraton.

"Saya sudah beli tiket nonton maraton sudah bayar, lalu bagaimana?" kata Tanaka, seorang pembeli tiket maraton kepada Tribunnews.com, Kamis (17/10/2019).

Pengumuman Komite Olimpiade Internasional, Rabu (16/10/2019) memindahkan Maraton ke Sapporo.
Pengumuman Komite Olimpiade Internasional, Rabu (16/10/2019) memindahkan Maraton ke Sapporo. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Bukan soal pengembalian tiket dan pengembalian uang saja, tetapi banyak yang mempertanyakan tanggung jawab panitia.

"Kita benar-benar mau nonton Maraton. Tapi kalau ke Sapporo bagaimana? Tiket pesawat ke Sapporo pergi pulang apa bisa ditanggung gratis panitia?" tambahnya.

Baca: Kecelakaan Maut di Jalan Andi Djemma Palopo, Dua Tewas, 1 Diantaranya Masih Pelajar

Masih banyak permasalahan yang diperkirakan akan muncul dengan perubahan mendadak 8 bulan sebelum penyelenggaraan Olimpiade 2020 mendatang.

Demikian pula masalah cetak brosur, cetak tiket dan sebagainya terkait maraton, semuanya harus diubah dengan nama Sapporo.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved