Raja Thailand Pecat Dua Pengawal Kerajaan Karena Dianggap Melakukan Hal Tak Pantas dan Berbuat Zina

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dilaporkan kembali memecat seorang pengawal kerajaan karena dianggap "berbuat zina".

(Channel News Asia/AFP)
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (Channel News Asia/AFP). 

Enam pejabat yang dipecat itu dituduh telah melakukan kesalahan disiplin yang parah, hingga menyebabkan terganggunya layanan kerajaan.

Raja pun memerintahkan agar keenam pejabat itu dipecat dan dilucuti dari semua pangkat resmi.

"Raja telah memerintahkan pemecatan mereka dari dinas kerajaan... karena kesalahan disiplin yang parah dan perbuatan yang dianggap sangat jahat," bunyi salah satu pengumuman.

Baca: Thailand: Bagaimana Sineenat Wongvajirapakdi tersingkir dari posisi selir raja dalam waktu singkat?

"Mereka telah mengeksploitasi posisi resmi mereka demi keuntungan pribadi atau orang lain," lanjut surat kabar itu. 

Sebelumnya pada awal pekan ini, pihak istana juga telah mengumumkan keputusan Raja Vajiralongkorn yang mencopot seluruh gelar bangsawan dan pangkat militer dari selir raja, Sineenat Wongvajirapakdi.

Pencopotan itu terjadi hanya berselang tiga bulan sejak mantan pengawal kerajaan berusia 34 tahun itu menerima gelar, yang pertama diberikan raja Thailand dalam hampir 100 tahun.

Baca: Prabowo Masuk Kabinet, Mahfud MD Singgung Soal Sumpah dan Kecairan: Rasanya Hubungan Tuh Enak

Sebuah pernyataan istana Thailand menyebut pencopotan gelar selir raja diambil setelah Sineenat dianggap "tidak setia" dan menentang Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana, yang menikah dengan Raja Vajiralongkorn pada bulan Mei lalu, beberapa hari sebelum penobatan.

Sejak pencopotan itu, Sineenat belum kembali terlihat di hadapan publik.

Sementara pernyataan resmi istana tidak secara langsung menghubungkan keenam pejabat yang dipecat itu dengan pencopotan gelar Sineenat.

Sejak naik takhta setelah kematian ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, pada 2016, Raja Vajiralongkorn telah membuktikan dirinya sebagai raja konstitusional yang tegas. 

Beberapa kebijakan yang diambilnya setelah naik takhta di antaranya mengambil kendali lebih langsung atas urusan kerajaan dan kekayaan mahkota yang sangat besar, serta memindahkan dua unit militer dari Tentara Kerajaan Thailand ke kendali pribadinya.

Kritik publik terhadap raja maupun keluarga kerajaan dilarang di bawah undang-undang lese majeste yang ketat di Thailand.

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved