Protes di Iran: Demo kenaikan BBM yang berubah jadi tuntutan perubahan rezim
Protes kenaikan harga BBM di Iran dengan cepat berubah menjadi tuntutan perubahan rezim. Amnesty International mengatakan kerusuhan di puluhan
Inflasi membumbung lebih dari 40% dan angka pengangguran sekitar 15%.
Akibatnya, Presiden Rouhani "gagal memenuhi banyak janji kampanye pada pemilu lalu, mengarah kepada kegelisahan dan kemarahan mendalam atas memburuknya ekonomi dan kurangnya adanya perubahan politik," menurut pengamat regional.
Dan saat ini dia kehilangan bagian dari basis sosialnya, "kelas menengah mengubah frustrasi ini menjadi kemarahan dan bergabung dengan gerakan protes," kata pakar BBC.
Ketegangan antara etnis minoritas dan pemerintah pusat juga menyebabkan kerusuhan lebih lanjut di berbagai wilayah yang ingin melepaskan diri dari Iran.
Pemblokiran akses internet
Pemblokiran akses internet sejak Sabtu lalu telah menyulitkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang skala protes dan dampak dari aksi penumpasan oleh aparat, kata pakar BBC.
Namun demikian, menurut Madyar Saminejad dari Amnesty International, kesimpulan penelitian mereka memperlihatkan "bahwa gelombang pembunuhan tengah terjadi di Iran yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 106 orang di 21 kota".
Penutupan akses internet ini juga menyulitkan para pemrotes untuk berkomunikasi di antara mereka sendiri, "komunikasi sangat terdampak, tidak ada koordinasi dan hanya ada secuil informasi tentang siapa yang mengorganisasi aksi protes," kata pengamat.
"Sejumlah orang menggunakan VPN - jaringan pribadi virtual - untuk mengatasi kontrol ketat pemerintah serta untuk bisa mengirim dan menerima data secara pribadi, mengakali server publik," kata pakar BBC, "namun saat ini tidak ada yang dapat melakukan kontak secara online, nyaris semua mati total".
"Tidak ada WhatsApp, dan Telegram ditutup dua tahun lalu ... perpanjangan penutupan akses internet saat ini menunjukkan betapa makin canggihnya teknologi baru pihak berwenang," kata pakar BBC.
Situasi ini juga berarti bahwa "masyarakat kembali menyampaikan pesan melalui buletin atau segala sesuatu yang ditulis di atas kertas".
Apa yang selanjutnya terjadi di Iran?
Tidak lama setelah aksi protes berhasil diberangus, pemerintah Iran melakukan konsolidasi dengan barisan pendukungnya.
Presiden Rouhani berkata, "Ini menunjukkan bahwa musuh kita, yang menyiapkan skenario ini selama dua tahun dan bahkan lebih, berhasil kita kalahkan."
Masih belum jelas siapa yang berada di balik kerusuhan itu, walaupun presiden menyalahkan "sejumlah elemen subversif" yang didukung oleh AS, Israel, dan Arab Saudi.
Media resmi pemerintah Iran mengatakan sekarang situasi negara itu kembali normal, tetapi laporan-laporan dari lapangan menunjukkan bahwa protes masih jauh dari selesai.